Sementara itu, teori lain menyebutkan, tulisan 25 Mei 1969 berkaitan dengan mendiang aktivis Soe Hok Gie.
Tebakan tersebut diperkuat dengan angka yang ditulis Ferry Irwandi pada foto kedua.
“16 Desember’, tulis mantan pegawai Kementarian Keuangan ini.
Seperti yang diketahui, tanggal 16 Desembeer merupakan hari kematian Soe Hok Gie yang meninggal di Puncak Semeru, sehari sebelum ulang tahunnya.
Netizen lalu menghubungkan dua tanggal tersebut dengan Soe Hok Gie.
Hasilnya? Dalam buku Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran, pada diary tanggal 25 Mei 1969, aktivis keturunan Tionghoa ini menulis tentang Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: DPR Sahkan RUU TNI, Publik Pertanyakan Draf Revisi, Ferry Irwandi: Ini Drafnya Mana Oy DPR RI
“Bagi saya Prabowo adalah seorang pemuda (atau kanak-kanak) yang kehilangan horison romantiknya, ia cepat menangkap persoalan-persoalan dengan cerdas tapi naif. Mungkin kalau ia berdiam 2-3 tahun dan hidup dalam dunia yang nyata, ia akan berubah,” tulis Gie seperti dikutip dari buku Catatan Harian Seorang Demonstran.
Di sisi lain, tanggal 16 Desember juga merupakan hari Akademi Militer atau TNI.
Dari tebakan-tebakan di atas, netizen pun menyimpulkan kemungkinan adanya kudeta terhadap Prabowo Subianto.
“Di buku Catatan Seorang Demonstran, tanggal 15 Mei 1969 SOe menulis bahwa Prabowo orang yang cerdas tapi naif. Soe meninggal di tanggal 16 Desember yang juga merupakan hari Akademi Militer,” komentar akun @a******__.
Selanjutnya pemilik akun tersebut pun menyinggung kata ‘K.U.D.E.T.A yang juga merupakan nama band Vicky Prasetyo.
“Di Yt (youtube), Ferry menyebut kata ‘Kudeta’ secara tersirat. Hopotesis sementara: akan ada upaya kudeta oleh TNI pada Prabowo,” tulis akun itu lagi.
Dari tebakan-tebakan di atas, netizen pun menyimpulkan kemungkinan adanya kudeta terhadap Prabowo Subianto.