SketsaNusantara.id - Mudik adalah tradisi tahunan yang selalu dinantikan, tetapi juga penuh tantangan.
Jutaan pemudik menempuh perjalanan panjang demi bertemu keluarga di kampung halaman.
Keletihan di perjalanan sering kali menjadi masalah serius, bahkan berisiko menyebabkan kecelakaan.
Untuk mengatasi hal ini, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengeluarkan kebijakan baru, yakni menjadikan masjid dan musala sebagai posko istirahat bagi para pemudik.
Dengan adanya fasilitas ini, pemudik bisa beristirahat dengan lebih nyaman tanpa harus mengandalkan rest area yang sering penuh sesak.
Dikutip dari situs Kemenag.go.id, Menag menegaskan bahwa kebijakan ini sudah dituangkan dalam surat edaran resmi dari Kementerian Agama.
Artinya, masjid di sepanjang jalur mudik akan dibuka bagi musafir yang membutuhkan tempat istirahat.
“Masjid dan musala ini bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai posko istirahat yang menyediakan fasilitas dasar bagi pemudik,” ujar Menag, Rabu 26 Maret 2025.
Kebijakan ini menjadi sangat relevan mengingat jumlah pemudik tahun ini diprediksi mencapai 152 juta orang.
Jika semuanya bergantung pada rest area konvensional, tentu fasilitas yang tersedia akan kewalahan menampung lonjakan pengunjung.
Menag menjelaskan bahwa dengan adanya masjid sebagai titik peristirahatan, pemudik dapat beristirahat, menghilangkan rasa kantuk, dan menghindari kelelahan. Ini penting untuk mencegah kecelakaan akibat kurangnya konsentrasi selama perjalanan jauh.