Selain itu, Kemenag juga mengimbau agar pengurus masjid menjaga kebersihan toilet dan memastikan ketersediaan air bersih. Hal ini bertujuan agar para pemudik merasa nyaman saat beristirahat.
Tak hanya itu, petunjuk arah ke masjid-masjid ini juga akan dipasang di sepanjang jalur mudik. Dengan adanya tanda ini, pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat dapat dengan mudah menemukan lokasi masjid yang bisa digunakan.
Menag juga menyoroti bahwa mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah. Setiap tahunnya, dana yang beredar selama mudik bisa mencapai lebih dari Rp200 triliun.
Dana ini mengalir dari kota ke desa, mendorong aktivitas ekonomi, termasuk pembangunan dan renovasi masjid, musala, serta pesantren.
"Dana yang beredar selama mudik bisa mencapai lebih dari 200 triliun rupiah, mengalir dari kota hingga ke pelosok desa, mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
12 Tips Menjaga Keamanan Rumah saat Mudik Lebaran 2025, Hindari Risiko Maling dan Kebakaran!
Mudik Singkatan dari Apa? Mengenal Tradisi Pulang Kampung saat Lebaran yang Lahir pada Masa Orde Baru
5 Fakta Mudik 2025: Daerah Tujuan Pemudik di Jawa, Puncak Arus Mudik hingga 4 Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Tol
Berapa Biaya Tol Jakarta-Surabaya? Cek Tarif Tol Trans Jawa saat Mudik Lebaran 2025, Ada Diskon 20 Persen Loh!
3 Rekayasa Lalu Lintas Mudik 2025, Contraflow hingga One Way di Sejumlah Ruas Jalan Tol Trans Jawa, Mulai Kapan?