Namun, pernyataan ini bertolak belakang dengan fakta. Juru bicara KPK mengungkap bahwa Hasan telah mengembalikan uang senilai Rp1,4 miliar, yang diduga terkait dengan kontrak dengan suami Atty Suharti.
Baca Juga: KPK Geledah Rumah Ridwan Kamil usai Tetapkan 5 Tersangka Korupsi, Ada Kaitan?
Pengembalian uang ini menimbulkan tanda tanya besar tentang kredibilitas Hasan, dan menguatkan dugaan keterlibatannya dalam penerimaan uang yang diduga adalah suap untuk Wali Kota Cimahi.
Kontroversi lainnya muncul pada 2017, saat Hasan Nasbi diduga menerima aliran dana sebesar Rp30 miliar untuk mendukung organisasi relawan Teman Ahok dalam Pemilihan Kepala Daerah Jakarta.
Teman Ahok, yang mengusung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai calon independen, menjadi sorotan karena adanya aliran dana yang mengalir pada perusahaan yang dipimpin Hasan Nasbi.
Hasan Nasbi lagi-lagi membantah tuduhan tersebut dan mengaku tidak senang dengan gaya pemberitaan yang mengaitkannya dengan aliran dana ke perusahaannya.
Belum lama ini, Hasan Nasbi juga kembali menuai hujatan ketika membela Kaesang Pangarep pada September 2024 soal penggunaan jet pribadi yang dikaitkan publik dengan adanya gratifikasi.
Secara terang-terangan melalui media sosialnya, Hasan menegaskan bahwa putra bungsu Presiden Joko Widodo itu bukan pejabat publik, sehingga penggunaan jet pribadi itu tidak bermasalah.
Baca Juga: Nebeng Jet Pribadi dan Tak Lagi Tinggal dengan Jokowi, Kaesang Lolos dari Jeratan Hukum
"Mas Kaesang ini kan bukan pejabat publik dan dia sudah dewasa, dia sudah punya kehidupan sendiri, sudah punya bisnis sendiri," katanya dalam video yang diunggah di akun Instagram @hasan_nasbi pada hari Rabu, 18 September 2024 lalu.
Ia bahkan membandingkan dengan tokoh lain seperti Megawati hingga Mahfud MD yang juga pernah menggunakan private jet, namun tak dipermasalahkan oleh publik.
Pernyataan ini memicu kritik publik yang menilai Hasan berupaya membenarkan gaya hidup mewah keluarga presiden di tengah sorotan tajam terhadap dinasti politik Jokowi.
Terbaru, Hasan kembali menuai kontroversi soal perkataannya terkait kepala babi yang dianggap guyonan dan jadi bentuk kebencian terhadap pers yang mengkritik pemerintah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini