SketsaNusantara.id - Konsep Dwifungsi ABRI kembali jadi perbincangan publik usai pemerintah mulai merancang revisi Undang-Undang nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Negara Indonesia (TNI).
Banyak yang mengaitkan revisi UU TNI dengan konsep Dwifungsi yang sempat berjaya pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.
Dwifungsi sendiri merupakan gagasan yang diterapkan oleh pemerinta Orde Baru (Orba) di mana ABRI memiliki 2 fungsi yakni fungsi kekuatan militer Indonesia dan pemegang kekuasaan dan pengatur negara.
Meski diterapkan pada masa Orde Baru, namun penggagas Dwifungsi ABRI bukanlah Presiden Soeharto.
Dikutip jurnal berjudul Konsep Dwifungsi ABRI dan peranannya di Masa Pemerintahan Orde Baru tahun 1965-1998, konsep Dwifungsi ABRI dicetuskan oleh Abdul Haris Nasution atau yang lebih dikenal dengan nama AH Nasution.
Gagasan Dwifungsi ABRI diungkapkan AH Nasution pada peringatan ulang tahun Akademi Militer Nasional pada November, 1958.
AH Nasution sendiri merupakan satu-satunya jenderal yang selamat dari peristiwa G30S PKI.
Pria asal Mantailing Natal ini selamat setelah berhasil kabur dan bersembunyi di Kedutaan Irak.
Dikutip dari laman Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional, Abdul Haris Nasution lahir di Kotanopan, Mandailing Natal pada 3 Desember 1918.
Ia merupakan anak dari pasangan H. Abdul Halim Nasution dengan Hj. Zaharah Lubis.
Pendidikan