SketsaNusantara.id - Jika lebaran menjadi momen membahagiakan bagi sebagian orang namun tidak demikian halnya dengan warga Jember dan Bondowoso di Jawa Timur ini.
Puluhan warga Jember dan Bondowoso yang merupakan korban arisan bodong mendatangi Polres Jember untuk melaporkan ketua mereka yang bernama Ulma.
Ulma (31) dari Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Jember merupakan seseorang yang diketahui menjadi ketua arisan untuk lebaran yang jika dihitung akan senilai hingga Rp 3 miliar.
Baca Juga: Fraksi NasDem DPRD Jember Berikan 7 Masukan Penting pada Usulan Perubahan Perda Nomor 3 Tahun 2016
Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV, kasus arisan bodong yang terjadi di Jember menjelang Lebaran tahun ini merupakan penipuan berkedok arisan sembako dan uang.
Penipuan ini disebut merupakan penipuan terorganisir yang menimpa puluhan warga Jember dan Bondowoso.
Setiap anggota arisan ini telah menyetorkan uang mulai Rp 3 juta hingga puluahn juta rupiah, bahkan ada yang sudah menyetorkan senilai Rp 1,1 miliar.
Namun ketika tiba waktunya Ramadhan dan sudah waktunya bagi Ulma untuk memenuhi kewajibannya kepada anggotanya sesuai dengan janjinya, ia tak juga kunjung memberikan.
Ia juga selalu berkelit ketika hal itu dipertanyakan oleh seluruh anggotanya yang seharusnya sudah menerima uang yang sudah mereka berikan kepada UT selama ini.
Merasa telah ditipu, puluhan anggota arisan yang diketuai Ulma tersebut akhirnya mendatangi Polres Jember untuk melaporkan hal tersebut.
Hal itu dikonfirmasi oleh Ipda Harry Sasosno, sebagai Kanit Pidter Satreskrim Polres Jember bahwa modus operandi yang dipakai pelaku adalah penyediaan sembako, termasuk daging untuk persiapan hati raya.
"Berkedok arisan, modus operandi nya adalah seseorang tersebut melakukan pengadaan sembako untuk persiapan hari raya," ujar Ipda Harry Sasono.