news

Dulu Mendukung Aksi Unjuk Rasa, Sekarang Alergi Demo? Perubahan Sikap Prabowo Subianto Ramai Jadi Gunjingan Netizen, Jejak Digitalnya Disorot!

Senin, 10 Maret 2025 | 08:35 WIB
Poret Prabowo Subianto yang katanya alergi demo, berkebalikan dengan sikapnya di masa lalu yang mendukung kebebasan menyampaikan aspirasi (Instagram/prabowo)

SketsaNusantara.id - Presiden RI, Prabowo Subianto kembali jadi perbincangan publik usai mantan menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro blak-blakan menyebut dirinya "alergi demo".
 
Sebagaimana diketahui, banyak serangkaian aksi demo atau unjuk rasa yang terjadi di era kepemimpinan Prabowo mulai dari "Peringatan Darurat" untuk menolak revisi UU Pilkada hingga "Indonesia Gelap" akibat pemotongan dana pendidikan efek efisiensi anggaran.

Di tengah gejolak demo tersebut, Satryo Soemantri Brodjonegoro, juga sempat ramai digeruduk demo karena dianggap "ringan tangan" dan sewenang-wenang terhadap karyawan di kementerian.

Baca Juga: Solidaritas! Alasan ASN Dikti Nekat Demo hingga Menuntut Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro Turun

Satryo akhirnya dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) pada 19 Februari 2025.

Terbaru, Satryo mengungkap alasannya diberhentikan jadi Mendiktisaintek karena dianggap melakukan kesalahan fatal sehingga terjadi serangkaian demonstrasi mahasiswa yang menentang kebijakan pemerintah.

"Presiden alergi dengan demo itu kata Mayor Teddy. Jadi kalau demo itu membuat beliau anggap kegaduhan, membuat gaduh suasana, sehingga saya dianggap melakukan kesalahan fatal sampai menyebabkan akhirnya diberhentikan," ucapnya dalam sebuah wawancara yang diunggah akun X @NenkMonica pada hari Sabtu, 8 Maret 2025.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Presiden Prabowo memiliki ketidaknyamanan terhadap aksi-aksi protes mahasiswa, padahal serangkaian demo terjadi sebagai kritikan akibat kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

Baca Juga: Demo Indonesia Gelap Yogyakarta, Mahasiswa Tuntut Pemerintah Mulai dari Makan Siang Gratis hingga Isu Pengaktifan Kembali Dwi Fungsi ABRI

Menariknya, sikap ini bertolak belakang dengan pernyataan Prabowo yang pernah mendukung aksi demo setelah kalah Pilpres tahun 2014 lalu.

Banyak warganet ikut menyoroti jejak digital Prabowo dan mengkritik perubahan sikapnya yang dulu mendukung demonstrasi, namun kini malah alergi dengan aksi demo.

"Bapak @prabowo alergi demo? Apa benar yg dikatakan pak satryo ini? Harus dijelaskan lho ini, saya dulu voter Bapak & gerindra 2 periode tahun 2014 & 2019. Makanya saya protes/kritik keras saat pernyataan Bapak sudah tidak sesuai, terutama sejak pandemi," komentar akun X @shintaeffendi.

Akun tersebut yang mengunggah jejak digital Prabowo yang menunjukkan dukungannya terhadap aksi demonstrasi sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat.

"Unjuk rasa adalah bagian dari demokrasi kita yang dijamin UUD 1945. Unjuk rasa adalah hak konstirusional setiap warga negara," tulis Prabowo dikutip SketsaNusantara.id dari cuitan akun di X @prabowo yang diunggah 5 November 2018 lalu.

Warganet juga menyoroti Prabowo yang sebelumnya kerap mengkritik pemerintah setelah berulang kali gagal menduduki posisi nomor 1 di Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini