SketsaNusantara.id - Pengusaha dan konten kreator Raymond Chin tegas mempertanyakan komitmen Danantara untuk mengelola dana investasi di Indonesia.
Sebagaimana diketahui, Presiden RI, Prabowo Subianto telah resmi merilis Danantara yang merupakan akronim dari Daya Anagata Nusantara pada hari Senin, 24 Februari 2025 lalu.
Danantara didirikan sebagai badan pengelola investasi strategis yang mengoptimalkan investasi pemerintah untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Tak tanggung-tanggung, Danantara akan mengelola aset BUMN senilai ribuan triliun. Tentu hal ini menimbulkan kekhawatiran, mengingat baru-baru ini salah satu perusahaan BUMN yakni Pertamina tersandung kasus korupsi.
Pembentukan Danantara sebelumnya juga menuai perdebatan lantaran para pemimpinnya merupakan kerabat dekat Prabowo termasuk Jokowi yang jadi Dewan Penasehat dan Erick Thohir dijadikan Badan Pengawas padahal Menteri BUMN itu sudah merangkap jabatan jadi Ketum PSSI.
Tak heran jika masyarakat pesimis dan tak khawatir, bahkan belum lama ini ramai masyarakat melakukan penarikan dana dari bank BUMN.
Terkait hal ini, Raymond Chin yang diundang di acara talk show Rosi Silalahi mempertanyakan langsung pada Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Dalam dialognya, Raymond menagih komitmen para pemimpin Danantara untuk mengelola keuangan secara transparan dan yang terpenting tidak ada korupsi.
"Dari skala 0-100 persen seberapa yakin Pak Rosan kalo Danantara ini tidak akan terjadi korupsi?" tanya Raymond Chin pada Rosan Roeslan dalam video singkat yang diunggah di akun Instagram @raymonchins pada hari Jumat, 28 Februari 2025.
"Saya pastikan. Saya dan tim tidak akan melakukan korupsi. Itu yang saya bisa jamin 100 persen," jawab Rosan dengan yakin.