SketsaNusantara.id - Mantan calon presiden nomor urut 3 pada Pemilu 2024 kemarin, Ganjar Pranowo, soroti kebijakan efisiensi yang ditetapkan Prabowo Subianto akhir-akhir ini.
Seperti diketahui bahwa belum lama ini Prabowo Subianto mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) No.1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja APBN dan APBD.
Inpres ini lantas menuai banyak pro kontra dari masyarakat lantaran dampak efisiensi yang dirasakannya.
Masalah-masalah baru justru hadir setelah adanya efisiensi ini, diantaranya yaitu PHK karyawan dan pemotongan anggaran.
Melalui sebuah video yang diunggah di kanal Youtube miliknya, Ganjar Pranowo menilai pemangkasan anggaran ini termasuk dalam mengorbankan fungsi negara.
“Jika pemangkasan anggaran mengorbankan fungsi negara, itu berarti pemerintah gagal dalam menata urusan publik,” katanya, dikutip SketsaNusantara.id dari kanal Youtube Ganjar Pranowo.
Baca Juga: Diduga Sindir Sukatani, Cuitan Ganjar Pranowo Jadi Sorotan, Netizen: Dapat Salam dari Petani Wadas
Dikatakan Ganjar bahwa seharusnya kebijakan efisiensi ini tidak berdampak pada kesejahteraan rakyat.
“Kebijakan efisiensi seharusnya dijalankan dengan mempertimbangkan alasan-alasan mendasar,”
“Yang pertama mengurangi pemborosan, ini bisa dilakukan dengan memangkas anggaran yang tidak berdampak pada kesejahteraan rakyat, seperti perjalanan dinas, acara-acara seremonial dan birokrasi yang membesar berbelit-belit,”
Tak hanya itu saja, menurut Ganjar, pemerintah seharusnya memperkuat layanan publik dan menata ulang birokrasi.
“Selain itu memperkuat layanan publik. Pemerintah harus memastikan sektor vital seperti Pendidikan, Kesehatan, dan mitigasi bencana tetap harus terjaga,”