7. GRJ selaku Komisaris PT Jenggala Maritim serta Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak
Diketahui bahwa ketujuh tersangka yang dimaksud pun memiliki peran masing-masing dalam melancarkan aksinya.
Diduga bahwa aksi mereka membuat negara rugi sekitar Rp 193,7 miliar rupiah. Apa saja peran dari masing-masing tersangka?
RS Bekerja sama dengan SDS dan AP untuk melakukan pengondisian dalam rapat optimalisasi hilir. Yakni yang menjadikan dasar untuk menurunkan produksi kilang.
Selain itu mereka juga memenangkan broker mintak mentah dan produk kilang dengan cara melawan hukum.
RS juga menyulap BBM pertalite menjadi pertamax yang kini menjadi pusat perhatian dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Pertamina.
Dilanjut oleh YF yang melakukan mark up kontrak pengiriman ketika impor minyak mentah dan produk kilang melalui PT Pertamina International Shipping.
Tindakan YF tersebut mengakibatkan MKAN mendapat keuntungan. Karena mark up kontrak yang dilakukan YF membuat negara membayar fee 13-15 persen.
Adapun GRJ diduga melakukan komunikasi dengan AP. Dilakukan agar bisa memperoleh harga tinggi pada saat syaarat belum terpenuhi.
Hal itu juga dilakukan oleh DW. Membuat GRJ dan DW mendapat persetujuan dari tersangka SDS untuk impor minyak mentah.
Sekaligus mendapat persetujuan dari RS untuk produk kilang. RS juga diduga melakukan pembayaran untuk Ron 92.