Sabtu, 18 Juli 2026

Kasus Korupsi Pertamina, Dandhy Laksono Ungkap Ironi Nasib Pengguna Pertamax dan Mendiang Munir: Kita Tetap Ditipu di Negara Ini

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 26 Februari 2025 | 10:10 WIB
Dandhy laksono ungkap kesamaan nasib ironi yang dialami Pengguna Pertamax dan kematian Munir (Kolase Instagram.com/dialektikaliterasi_, Pixabay/Engin Akyurt)
Dandhy laksono ungkap kesamaan nasib ironi yang dialami Pengguna Pertamax dan kematian Munir (Kolase Instagram.com/dialektikaliterasi_, Pixabay/Engin Akyurt)

 

SketsaNusantara.id - Kasus korupsi tata kelola minyak mentah di Pertamina melahirkan kekecewaan publik terutama pengguna BBM jenis Pertamax.

Pasalnya, 7 tersangka korupsi yang ditetapkan Kejagung ‘menyulap’ BBM beroktan 90 menjadi oktan 92.

Tak hanya itu, dalam tindak pidana korupsi ini, ketujuh tersangka dengan sengaja menurunkan produksi minyak mentah dalam negeri agar dapat melakukan impor dengan rekanan ilegal.

Baca Juga: Siapa Riza Chalid? The Real Raja Minyak yang Anaknya Jadi Tersangka Kasus Korupsi Pertamina, Pernah Viral dalam Skandal Papa Minta Saham

Mencuatnya kasus ini membuat publik kembali mengingat kehebohan beberapa waktu lalu saat banyaknya mesin kendaraan yang rusak meski telah memakai bahan bakar beroktan 92, Pertamax.

Hal ini memicu kemarahan publik yang menggunakan Pertamax karena ingin membantu negara dengan tidak menggunakan bahan bakar bersubsidi.

“Yang rugi ini kami pengguna Pertamax. Sudah sengaja bantu negara dengan tidak gunakan pertalite sekalian biar mesin bersih, nggak tahunya kita ditipu,” ungkap salah seorang netizen.

Baca Juga: Merasa Rugi Beli Pertamax Usai Kasus Korupsi di Pertamina Terbongkar, Netizen Ramai-ramai Serukan Class Action: Siapa Mau Ikut?

Aktivis Dandhy Laksono juga turut menyoroti ironi yang dialami para pengguna Pertamax.

“Bahkan saat berniat baik pakai Pertamax karena merasa tak berhak disubsidi pun, kita tetap ditipu di negara ini,” cuitnya seperti dikutip SketsaNusantara.id dari akunnya @Dandhy_Laksono.

Pendiri rumah produksi Watchdog Indonesia ini pun kembali mengungkit kematian mendingan aktivis HAM Munir Said Thalib.

Baca Juga: Profil Riva Siahaan, Dirut Pertamina yang Tega ‘Oplos’ Pertamax, Nekat Korupsi Minyak Mentah Usai Digaji Rp4,6 Miliar per Bulan

Dalam cuitan tanggal 25 Februari 2025 tersebut, Dandhy mengungkapkan kisah mendiang Munir saat mendapatkan beasiswa di Belanda pada 2004 lalu.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: X @Dandhy_Laksono

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X