Menurutnya, peraturan tersebut dapat membentuk karakter rakyat Jawa Barat sesuai nilai-nilai luhur yang mengajarkan kebaikan.
Ia pun mengusulkan kepada Dedi Mulyadi, alih-alih menerapkan wajib militer dalam kurikulum SMA agar lebih meningkatkan pendidikan agama dan budaya.
Ono pun menegaskan, sebelum menerapkan wajib militer, ada baiknya untuk meningkatkan pendidikan agama dan budaya sebagai langkah preventif dan preemtif.
“Apabila misalnya langkah-langkah ini yang merupakan tindakan preventif dan preemtif, baru kita masuk kepada tindakan represif yaitu wajib militer,” imbuhnya lagi.
Kendati demikian, Ono Surono mengaku tetap mendukung rencana Dedi Mulyadi tersebut.
“Saya setuju gagasan Kang Dedi, tapi saya lebih menekankan bagaimana kurikulum pendidikan agama dan pendidikan budaya sebagai upaya membentuk anak-anak muda di Jawa Barat yang sesuai dengan akhlakul karimah dan budaya Sunda,” pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!