SketsaNusantara.id - Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Divpropam Polri) buka suara atas viralnya video klarifikasi yang dikeluarkan oleh band Sukatani.
Seperti diketahui sebelumnya bahwa belum lama ini, band Sukatani mengunggah video klarifikasi berisi permintaan maaf dan pernyataan menarik lagu tersebut dari platform digital.
"Memohon maaf sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu ciptaan kami dengan judul lagu 'Bayar Bayar Bayar' yang liriknya 'bayar polisi' yang telah kami nyanyikan sehingga viral di beberapa platform media sosial,"
"Melalui pernyataan ini, saya telah mencabut dan menarik lagu ciptaan kami yang berjudul 'Bayar Bayar Bayar', lirik lagu 'bayar polisi'. Dengan ini saya menghimbau kepada semua pengguna akun media sosial yang telah memiliki lagu kami dengan judul 'Bayar Bayar Bayar', lirik lagu 'bayar polisi' agar menghapus dan menarik semua video menggunakan lagu kami," demikian beberapa ucapan klarifikasi dari dua anggota band Sukatani.
Menanggapi video klarifikasi dari band Sukatani tersebut, Divpropam Polri melalui cuitan di akun X resminya menyatakan bahwa pihaknya terbuka atas segala jenis kritik dan memahami kebebasan berekspresi, termasuk lewat lagu Bayar Bayar Bayar karya band Sukatani.
"terkait dengan perbincangan hangat mengenai band Sukatani dan lagu "Bayar Bayar Bayar", kami ingin menegaskan bahwa Polri selalu terbuka terhadap kritik yang membangun. Kami memahami pentingnya kebebasan berekspresi dalam masyarakat demokratis.," tulis pihak Divpropam Polri, dikutip SketsaNusantara.id dari akun X @Divpropam.
Selain itu, pihak Divpropam Polri juga mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan pada anggota Ditressiber Polda Jawa Tengah yang telah menemui pihak band Sukatani hingga berujung membuat video klarifikasi tersebut.
"Untuk memastikan profesionalisme dalam penanganan kasus ini, Biropaminal Divpropam telah melakukan pemeriksaan terhadap anggota Ditressiber Polda Jateng guna mengklarifikasi permasalahan tersebut,"
"Langkah ini diambil untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam tubuh Polri," jelasnya.
Atas pernyataan Divpropam Polri tersebut, banyak netizen yang kini meminta agar anggota polisi yang menemui anggota band tersebut juga membuat video klarifikasi, seperti halnya band Sukatani.
"Suruh anggota yg intimidasi bikin video gini juga lah. Enak amat cuma internal lu doang yg tau. Jangan di sembunyiin mulu ah oknumnya,Min," komentar netizen.