SketsaNusantara.id - Persyaratan soal tinggi badan sering kali menjadi faktor penentu dalam berbagai seleksi pekerjaan, termasuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun anggota militer.
Hal ini kembali menjadi sorotan setelah kisah Tri Cahyaningsih, peserta CPNS yang viral usai gagal jadi ASN karena tinggi badannya kurang 0,5 cm, meski mendapat ia skor tertinggi saat tes Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD.
Di sisi lain, seorang perempuan asal Indonesia, Rosita Baptiste, justru mampu meniti karier hingga menjadi Letnan Kolonel di Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) meski tinggi badannya terbilang pendek.
Sosoknya lantas jadi sorotan publik karena hal ini sangat jarang terjadi di Indonesia. Rosita juga menyadari hal ini menjadi sesuatu yang mustahil baginya jika ia tetap berada di Indonesia.
Dalam video yang diunggah kanal YouTube TOBA TV, Rosita mengungkapkan perjuangannya yang ingin jadi polwan dan jaksa, namun tak tercapai karena persyaratan tinggi badannya tak mencukupi.
"Saya lulusan USU, Sumatera Utara dulu kerja di salah satu perusahaan di Indonesia, lalu juga pernah jadi wartawan, mau jadi jaksa juga gak bisa karena ada persyaratan tinggi badan juga lho," kata seperti dikutip SketsaNusantara.id pada hari Jumat, 21 Februari 2025.
"Sempat ada keinginan mau jadi polwan juga tapi nggak mungkin jadi polwan dengan badan kecil pendek begini, intinya dengan melihat badan saya mungil cuma 150 cm begini sudah di-stop duluan," imbuhnya.
Di Indonesia, Rosita mungkin tidak akan pernah mendapat kesempatan untuk menjadi anggota militer, karena persyaratan tinggi badan di TNI dan Polri cukup ketat.
Padahal, di negara lain seperti Amerika Serikat, seseorang lebih dinilai berdasarkan kemampuannya, bukan sekadar aspek fisik seperti tinggi badan.
"Ya kalo di Indonesia selalu begitu ya, kalah di fisik gak bisa jadi tentara atau polwan, tapi di sini (Amerika) saya kecil begini pangkat saya letkol," ujarnya.
"Meskipun saya kecil mungil begini, tapi ketika tes tulis, tes fisik mereka lihat kemampuan ada opportunity (kesempatan), berawal dari keinginan berkarir jadi polwan Indonesia akhirnya bisa bisa mencapai ranking sebagai Kolonel," tuturnya.