Rosita Baptiste awalnya masuk Angkatan Darat AS dengan pangkat Kopral. Dengan kegigihan dan kompetensinya, ia terus meniti karier hingga mencapai pangkat Letnan Kolonel, sebuah pencapaian luar biasa bagi seorang perempuan asal Indonesia.
"Saya pernah jadi cleaning service di AS bersih-bersih WC, jadi karyawan Burger King pernah ya itulah hidup sampai saya ditawari suami saya masuk army ternyata waktu ikut rekrutmen juga gak ditanya tinggi badan berapa, ada pengalaman apa gak," tuturnya.
"Jadi kesempatannya sama semua, saya tes pernah gagal coba lagi dan itu gak lama selang 30 hari barulah tes fisik ternyata bagus semua dan masuklah akhirnya saya sampe sekarang jadi letkol," ucapnya dengan bangga.
Wanita berusia 41 tahun itu juga menyindir proses rekrutmen polisi dan TNI di Indonesia katanya "bayar" sedangkan di Amerika ia yang malah dibayar apalagi kemampuannya lebih dihargai daripada di negeri asalnya.
"Gue masuk angkatan gak bayar, malah gue yang dibayar bahkan saya dapat bonus loh 7.000 dolar," kata Rosita sambil mengedipkan mata yang menyindir Indonesia.
Kisah Rosita semakin menarik perhatian karena bertolak belakang dengan nasib Tri Cahyaningsih, buruh pabrik asal Boyolali yang gagal menjadi CPNS hanya karena tinggi badannya kurang 0,5 cm dari syarat minimal.
Tri telah berusaha keras dan bahkan meraih skor tertinggi dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Tengah.
Sayangnya, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa pencapaiannya tersebut tidak cukup untuk membantunya lolos ke tahap selanjutnya hanya karena alasan fisik yang sangat kecil perbedaannya.
Banyak warganet yang ikut menyoroti hal ini dan membandingkan orang-orang bertalenta serta punya kemampuan yang tak diberi kesempatan di Indonesia.
Prestasi Rosita di dunia militer US Army menunjukkan bahwa ia tetap bisa berprestasi meski sebelumnya kemampuannya tidak dihargai dengan semestinya di negara asalnya.
"Salut dengan bu Rosita, itu buktinya kalo orang Indonesia gak pernah dihargai di negara sendiri, guru honorer aja gaji 200 ribu, sedangkan di Jerman bisa tembus 60 juta, miris banget," komentar salah satu netizen.
"Bisa jadi penyemangat, jadi buat kalian yang daftar TNI/Polri di Indonesia gagal terus, coba ikuti jejak bu Rosita sapa tau rezeki kalian di sana," imbuh netizen lainnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Singapura Bagi-Bagi Voucher Jutaan Rupiah pada Hari Kemerdekaan, Yenny Wahid: di Negaraku Rakyat yang Subsidi...
Bintang Emon Sindir Pejabat yang Hanya Modal Janji, Usul Teken Kontrak Saat Pelantikan dengan Sanksi dan Denda: Kita Kan Bukan Nabi Boy
Heboh, Video Asusila Oknum Guru SD di Jember Beredar di Media Sosial, Kepala Dinas Pendidikan: Sudah Mengundurkan Diri
Kaesang Pangarep Dikabarkan Bakal Duduki Posisi Strategis Danantara, Jokowi Family Makin Menyala
Danantara Lahan Basah Bancaan Kekuasaan Para Penguasa, Jokowi hingga Ponakan Prabowo Masuk Struktur: Tujuan Efisiensi Anggaran?