SketsaNusantara.id - Perkara royalti yang menimpa Agnez Mo masih terus jadi perbincangan hangat publik terlebih mantan penyanyi cilik ini akan mengajukan kasasi.
Sebagaimana diketahui, Agnez Mo akan mengajukan banding usai kalah dari Ari Bias dan harus membayar royalti sebesar Rp 1,5 miliar karena dianggap menyanyikan "Bilang Saja" ciptaan Ari Bias tanpa izin.
Bahkan Ahmad Dhani pun ikutan berisik menyampaikan pendapatnya hingga terjadi saling serang di media sosial yang makin membuat suasana makin panas hingga akhirnya Agnez Mo harus bersuara.
Melalui podcast Close the Door, Agnez Mo mengungkap kebenarannya ke publik. Di hadapan Deddy Corbuzier, ia mengaku awal mula perselisihannya dengan Ahmad Dhani terjadi karena chat yang tidak dibalas 8 bulan lalu.
Hal tersebut juga disampaikan Ahmad Dhani dalam postingan di Instagramnya beberapa waktu lalu yang mengaku telah memberikan peringatan pada Agnez dan menghubunginya untuk diajak diskusi tapi tak digubris.
Agnez lantas membantah tudingan Ahmad Dhani yang dianggap abai karena tidak membalas chat, mengingat kala itu perbincangannya dengan suami Mulan Jameela itu bukan membahas tentang royalti.
"Sebenarnya, sekitar 8 bulan lalu, dia (Ahmad Dhani) itu hubungin gue minta gue kasih video buat dukung dia di DPR, jadi gak ada konteks sama sekali soal (royalti) ini," kata Agnez dikutip SketsaNusantara.id dari podcast Close The Door yang diunggah di kanal YouTube Deddy Corbuzier pada hari Selasa, 18 Februari 2025.
Deddy Corbuzier lantas menimpali jawaban Agnez yang dibilang tak mau mendukung Ahmad Dhani nyaleg sehingga menjadi permasalahan di antara keduanya.
Tak menampik hal tersebut, Agnez lantas menyatakan kekecewaannya karena chat Ahmad Dhani di masa lalu kemudian 'dipelintir' dan dibawa-bawa dalam persoalannya dengan Ari Bias.
"Gue sebenernya gak enak ngomong ini maaf ya Mas Dhani, karena jujur gue kecewa kok bisa ya (chat lama) ini jadi diputar balikkan dan dibawa-bawa ke masalah (royalti) yang sekarang gitu," ucapnya.
Agnez lantas menduga ada "agenda politik" yang kemudian menyeret namanya hingga akhirnya ia merasa jadi "tumbal".