"Efisiensi ini untuk DIPA awal 6,39 triliun menjadi 5,042 triliun," katanya. ungkap Basuki.
Dana yang dipangkas sebagian besar berasal dari perjalanan dinas, kajian-kajian, seminar, serta kegiatan seremonial.
Bahkan, anggaran untuk alat tulis kantor (ATK) juga turut dikurangi sebagai bagian dari upaya efisiensi.
Setelah restrukturisasi, pagu anggaran OIKN untuk tahun 2025 turun menjadi Rp 5,242 triliun dari sebelumnya Rp 6,395 triliun.
Dari jumlah tersebut, Rp 199 miliar dialokasikan untuk belanja pegawai, sementara sisanya sebesar Rp 5,042 triliun digunakan untuk operasional lainnya.
Walaupun pemindahan kantor OIKN ke Nusantara akan segera dilakukan, masa depan pembangunan IKN masih menghadapi tantangan.
Pemerintahan baru di bawah Prabowo Subianto tidak memasukkan IKN sebagai program prioritas. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan proyek ambisius tersebut.
Dengan anggaran yang dipangkas dan fokus pegawai yang dipusatkan di IKN, Otorita berharap proyek ini tetap berjalan sesuai rencana.
Namun, tantangan ke depan tetap ada, terutama dalam menarik investor serta memastikan kesinambungan pembangunan di tengah perubahan prioritas pemerintahan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Susi Pudjiastuti Terang-terangan Setuju dengan Rencana Prabowo Potong Anggaran Otorita IKN, Warganet Singgung Jokowi: Emang Mulyono Ngerepotin...
Buka-bukaan Anggaran! IKN Mangkrak Sebab Dana Masih Diblokir, Agus Harimurti Yudhoyono Tegaskan Hal Ini
Isu Pembangunan IKN Mangkrak, Fanny Soegi: Kembaliin Hutannya!
Joko Anwar Lempar Sindiran, Buntut Dana Pembangunan IKN Diblokir hingga Terancam Mangkrak, Jokan: OTW Syuting...
Dulu Ngotot Bangun IKN, Sekarang Mangkrak dan Lepas Tangan? Jokowi Tersenyum Santai: Sudah Bukan Saya