Menurutnya, memang saat terjadinya peristiwa atap dua ruang kelas ambruk, cuaca di Curahnongko sedang hujan dan angin kencang. Itulah yang membuat atap dibangunan tersebut tidak kuat hingga ambruk.
Baca Juga: Sudah Bisa Dipesan! KAI Daop 9 Jember Tambah Rute & Kapasitas untuk Lebaran 2025, Cek Jadwalnya
“Posisi genteng kan berat, galvalum tidak kuat dan ambruk. Jadi para murid di dua kelas itu sudah dipinggirkan (dikeluarkan),” paparnya.
Kata Winarto, kalau sedang hujan, 2 kelas tersebut memang tidak ditempati. Pada saat peristiwa itu terjadi, kepala sekolah dan guru juga berada di sekolah.
Suara atap yang ambruk terdengar begitu keras. Bahkan, murid kelas yang lain juga keluar dan ingin melihat.
“Saat itu proses belajar mengajar sedang berlangsung. Murid kelas lain tadi juga ikut keluar, mungkin ketakutan dan ingin melihat,” pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Gedung ATR BPN Dilalap Si Jago Merah! Tragedi Kebakaran Ini Mendadak Dikaitkan dengan Fenomena Pagar Laut yang Tengah Memanas, Kenapa?
Deja Vu Kebakaran Gedung ATR BPN dengan Insiden Hangusnya Gedung Kejagung RI Tahun 2020, Ada Dugaan Penghilangan Barang Bukti Kasus Pagar Laut?
Viral Video Orang Naik Haji ke Mekkah Arab Saudi Nggak Naik Pesawat tapi Lewat Jalan Alternatif Ini, Kok Bisa? Netizen: Kasihan yah...
Api Merambat Mulai dari Ruang Humas, Terkuak Dugaan Biang Kerok di Balik Tragedi Kebakaran Gedung ATR BPN, Dokumen Penting Auto Hangus?
Psikolog Lita Gading Sentil Kelakuan Dwi Citra Weni Mantan Karyawan PT Timah, Ngadu ke Pimpinan BUMN Beri Efek Jera?