Dalam kesempatan langka tersebut Efendi mengungkapkan unek-uneknya secara langsung dan mengatakan bahwa ia dan masyarakat telah seminggu ini sibuk mencari gas.
Bahlil Lahadalia kemudian mengatakan kepada Efendi dan sejumlah awak media bahwa ada pihak yang memainkan harga elpiji 3 kg dan ia mengeluarkan kebijakan baru tersebut untuk meredam hal itu.
"Niat saya baik, karena subsidi kita ini 70-80 pertahun dan tujuannya untuk masyarakat agar tak melebihi harga Rp 19 ribu," jelas Bahlil.
"Tapi yang terjadi gas ini dipakai oplosan untuk industri dengan harga yang dinaikkan, untuk itu pemerintah bertugas memastikan semua subsidi tepat sasaran," tambahnya.
"Untuk itu kita butuh penataan," imbuh Bahlil Lahadalia menjelaskan.
"Saya sekarang lagi masak pak, saya tinggal demi gas," ujar Efendi dengan berapi-api.
"Bukan masalah antrinya, anak kami lapar butuh amakn butuh kehidupan, logika berjalan dong pak," imbuhnya.
Namun Efendi tetap mengatakan bahwa ia dan masyarakat harus antri untuk gas bukan karena masalah harga namun anak-anak butuh makan sehingga ia berharap pemerintah tak menyulitkan rakyat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Rakyat Menjerit Sulit Dapatkan LPG 3 Kg, Nagita Slavina Pamer Stok Tabung Gas Melon di Rumah, Harta Rp 1,03 T Termasuk Miskin?
Tagar Peringatan Darurat Kembali Bergema, Netizen Soroti Kelangkaan LPG 3 Kg hingga Sebabkan Seorang Lansia Meninggal saat Antri
Menteri ESDM Bikin Gaduh, Prabowo Instruksikan Bahlil Aktifkan Lagi Pengecer LPG 3 Kg, Netizen: Pecat Orangnya...
Terekam CCTV, Polisi Beberkan Fakta Penjual Nasi Uduk di Tangsel yang Dikabarkan Meninggal Dunia Akibat Kelelahan Berburu Gas LPG 3 Kg, Gak Antre?
Menteri ESDM Minta Maaf Perkara LPG 3 Kg yang Dinilai Menyusahkan Rakyat, Momen Bahlil Hampir Ditampol Warga Saat Sidak ke Pangkalan Gas Jadi Sorotan
Diduga Kelelahan Mencari Gas LPG 3 Kg Potret Bapak Ini Viral dan Jadi Sorotan, Warganet Ramai Tag Akun Bahlil Lahadalia dan Gerindra