WHO secara terbuka meminta pemerintah AS untuk mengecualikan program penyediaan obat HIV dari kebijakan pembekuan bantuan.
Selain itu, WHO juga menyoroti pentingnya program Rencana Darurat Presiden AS untuk Penanggulangan AIDS (PEPFAR), yang selama ini berkontribusi besar dalam penanggulangan HIV di lebih dari 50 negara, termasuk Indonesia.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui bahwa penghentian bantuan ini membawa tantangan besar.
Namun, Indonesia telah mulai mengurangi ketergantungan pada dana hibah AS dengan menjalin kerja sama dengan negara lain, seperti Arab Saudi dan India.
"Amerika memang membekukan semua bantuan, dan Indonesia juga terdampak. Beruntungnya, sumber hibah kita sudah lebih beragam, tidak hanya dari AS. Itu sebabnya Pak Prabowo sudah mengalokasikan dana dari APBN untuk menutupi kebutuhan, misalnya dalam penanggulangan tuberkulosis," kata Budi di Jakarta, Kamis 30 Januari 2025.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa dampak penghentian bantuan ini tidak hanya dirasakan langsung dari lembaga AS seperti CDC, tetapi juga dari organisasi internasional seperti WHO dan Gavi, yang masih bergantung pada dana AS.
Saat ini, Kementerian Kesehatan tengah mengevaluasi dampak kebijakan AS dan mencari alternatif sumber pendanaan.
Dalam waktu dekat, Budi Gunadi Sadikin berencana mengunjungi Australia untuk menjajaki kemungkinan tambahan bantuan bagi program pengobatan HIV di Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Joe Biden Sebut Trump Seperti Kucing Jalanan, Debat Panas Capres AS 2024 Banyak Perbedaan Visi dan Misi
5 Fakta Insiden Penembakan Donald Trump, Benarkah Karena Kurangnya Pengamanan Calon Presiden AS Saat Kampanye?
Ucapan Selamat Prabowo ke Trump, Dorong Penguatan Kemitraan demi Stabilitas Dunia
Hary Tanoesoedibjo Pamer Momen Hadiri Acara Kemenangan Donald Trump di Amerika Serikat, Bikin Salfok Netizen: Sejak Kapan Mereka Berteman?
Profil Hary Tanoesoedibjo, Politisi dan Crazy Rich Indonesia yang Dekat dengan Donald Trump, Pernah Dituding Melanggar Hukum Gara-Gara Ini