SketsaNusantara.id - Pagar laut yang keberadaanya saat ini menjadi polemik mendapatkan tanggapan dari Jaringan Gusdurian.
Alissa Wahid, yang merupakan salah satu putri Gus Dur sekaligus Direktur Jaringan Gusdurian yang kerap menyoroti isu-isu sosial dan keadilan masyarakat ikut berkomentar terkait keberadaan pagar laut yang saat ini menjadi polemik.
Alissa Wahid dengan tegas menyebutkan bahwa keberadaan pagar laut dibeberapa tempat di Indonesia sebagai sebuah pelanggaran.
"Jelas ya kalau Gusdurian, clear sekali bahwa ada sesuatu yang salah dalam kasus pagar laut," ujarnya dilansir SketsaNusantara.id dari KOMPASTV.
Menurut Alissa, dilihat secara hukum pagar laut sudah mengandung unsur-unsur pelanggaran dan dengan adanya pembiaran (keberadaan pagar laut) oleh penyelenggara negara.
"Ini perilaku koruptif ya, perilaku koruptif itu bukan hanya saya dapat duit berapa dari orang yang menyogok saya atau anggaran negara yang saya ambil, bukan itu saja," imbuhnya.
"Akan tetapi penyalahgunaan wewenang dimana ketika penyelenggara negara itu tidak peka atau tidak awas pada situasi dengan diam-diam membiarkan, itu pertanyaan besar," imbuhnya lagi.
Menurutnya keberadaan pagar laut saat ini merupakan contoh mutakhir bagaimana pemerintah itu seringkali bertindak di belakang layar dan hal itu menurutnya menjadi lebih berbahaya.
Untuk itu, pemerintah dalam hal ini menurutnya harus segera melakukan beberapa tindakan yakni mengkaji ulang duduk perkara pagar laut serta titik pelanggarannya ada dimana.
Selanjutnya, pemerintah harus segera meluruskan bagaimana sebetulnya status keberadaan pagar laut ini.
Untuk itu ia berharap kasus keberadaan pagar laut ini akan menjadi pelajaran besar bagi kasus-kasus lainnya yang terjadi di Indonesia.
Artikel Terkait
Siapa Aguan? Profil Sugianto Kusuma, Pemilik Agung Sedayu Grup, Perusahaan yang Terseret Polemik Pagar Laut
4 Fakta Pak Kholid Nelayan Viral Berani Suarakan Tolak Pagar Laut di Tangerang: Jago Debat hingga Ngaku Dapat Ancaman
Heboh Pagar Laut Misterius di Tangerang, Iwan Fals Ikut Berikan Komentar?
Ketimpangan Sanksi Pagar Laut: Kerugian Nelayan Rp9 Miliar, Pemilik Hanya Didenda 18 Juta per KM
Pagar Laut di Tangerang Tuai Polemik! Terungkap Sertifikat HGB Keluar Sejak Era Presiden ke-7, Apa Kata Jokowi?
Dikaitkan dengan Kasus Pagar Laut, Tawa Renyah Jokowi Santai Saat Berikan Tanggapan: Cek Investigasi