Tindakan ini dianggap sebagai refleksi dari hobi intelektualnya yang jarang disorot media.
Rocky Gerung memuji langkah ini, menyebutnya sebagai bagian dari tradisi pemimpin besar Indonesia.
Berbeda dengan para pendahulunya, Jokowi dikenal sebagai pemimpin yang lebih menonjolkan kerja fisik. Proyek-proyek besar seperti kereta cepat dan IKN adalah bukti nyata dari pendekatan ini.
Namun, menurut Rocky, proyek-proyek tersebut tidak didasari oleh pemikiran yang mendalam sehingga hasilnya bersifat sementara dan tanpa dampak jangka panjang yang signifikan.
Dengan absennya tradisi membaca, Rocky menyebut Jokowi sebagai pemimpin yang kurang memberikan kontribusi dalam memperkaya peradaban politik Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Subianto ke Luar Negeri, Rocky Gerung Sebut Kabinet Merah Putih Akan Dipimpin Gibran Rakabuming Raka
Jokowi Ikut Kampanye Ahmad Luthfi, Rocky Gerung Sebut Presiden ke-7 Tak Beretika: Kualitasnya Tak Bermutu!
Usai Viral Bansos Bertuliskan 'Bantuan Wapres Gibran', Rocky Gerung Berikan Kritikan Tajam: Ini Ditunggangi!
Jokowi, Gibran, dan Bobby Resmi Dipecat dari PDIP! Rocky Gerung: Keputusan Tepat Megawati untuk Kembalikan Martabat Partai
Babak Baru! Jokowi Vs Megawati, Rocky Gerung Sebut Banyak Sinyal Upaya Menjatuhkan Tokoh-Tokoh PDIP