"Bagi kami yang pekerja lapangan, boro-boro mau libur 3 hari terutama yang kerja di perusahaan jasa ini susah diterapkan karens harus memberikan pelayanan lebih ke pelanggan," ungkap netizen lainnya.
Ada pula beberapa netizen yang mendukung wacana ini, terutama mereka yang bekerja di sektor formal yang mendukung jam kerja fleksibel dengan menetapkan kerja hybrid yang bisa dilakukan di kantor maupun WFH.
Kebijakan 4 hari kerja seminggu juga dinilai dapat meningkatkan produktivitas kerja dan memberi keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Di sisi lain, Sinta Wijaya selaku Ketua Umum Asosiasi Pekerja Indonesia (Apindo) juga menyebutkan bahwa kebijakan 4 hari kerja seminggu ini juga tidak bisa diterapkan sepenuhnya.
Menurutnya, kebijakan hari kerja seminggu ini harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing perusahaan jika nantinya memang betul-betul diterapkan di Jakarta.
"Perlu dipahami wacana kebijakan 4 hari kerja ini tak bisa diterapkan seragam, apalagi kebutuhan operasional setiap sektor usaha sangat bervariasi," kata Sinta pada hari Kamis, 23 Januari 2025.
"Misalnya pada sektor padat karya seperti perusahaan manufaktur yang bergantung pada intensitas tenaga kerja untuk mempertahankan stabilitas produksi, oleh karena itu kebijakan seperti ini sebaiknya diserahkan kepada pengaturan internal perusahaan," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Persiapan Pramono Anung - Rano Karno untuk Debat Perdana 6 Oktober 2024, Fokus pada Program yang Dapat Langsung Dikerjakan
Bercerita Latar Belakang dan Akui Sempat Tak Ingin Maju di Pilkada 2024, Pramono: Yang Paling Bertanggung Jawab Namanya Ahok!
Keluar dari Comfort Zone dan Setuju Maju sebagai Calon Gubernur Jakarta 2024, Pramono: Pikiran Saya Hanyalah Cucu..
Siapa Benyamin Sueb yang Disebut Pramono Anung saat Debat Pilkada Jakarta? Berikut Profil Seniman Betawi 'Ayah' Si Doel