Kamis, 4 Juni 2026

Tiru Negara-Negara di Eropa, Wacana Pramono Anung dan Rano Karno Terapkan Program Kerja 4 Hari Seminggu di Jakarta Tuai Pro Kontra

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 25 Januari 2025 | 07:30 WIB
Potret Pramono Anung dan Rano Karno yang mendapat kritik terkait wacana program kerja 4 hari seminggu di Jakarta yang jadi perbincangan hangat di medsos. (Instagram/pramonoanungw)
Potret Pramono Anung dan Rano Karno yang mendapat kritik terkait wacana program kerja 4 hari seminggu di Jakarta yang jadi perbincangan hangat di medsos. (Instagram/pramonoanungw)

SketsaNusantara.id - Wacana Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Pramono Anung dan Rano Karno yang berencana menerapkan kebijakan kerja empat hari seminggu jadi perbincangan hangat di media sosial.

Kebijakan ini diklaim sebagai langkah inovatif yang terinspirasi dari negara-negara Eropa terutama di Skandinavia yang telah sukses menerapkan sistem serupa. Namun, wacana tersebut menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Anggota Tim Transisi Bidang Kebijakan Publik, Nirwono Yoga, menjelaskan bahwa kebijakan memangkas 4 hari kerja seminggu bertujuan untuk mengatasi beberapa masalah besar di Jakarta, seperti polusi udara dan dampak musim hujan yang sering kali menyebabkan banjir.

Baca Juga: Sahabat Sejak Lama, Anies Baswedan Beberkan Kisah Masa Lalu Bareng Pramono Anung, Inikah Alasannya Dukung Paslon Pramono-Rano di Pilgub Jakarta?

Sebagaimana diketahui, Jakarta kerap masuk dalam tiga besar kota dengan polusi udara terburuk di dunia selama musim kemarau.

Dengan sistem kerja empat hari seminggu, masyarakat diharapkan dapat lebih banyak bekerja dari rumah (WFH), sehingga mengurangi aktivitas kendaraan yang menjadi salah satu penyumbang polusi udara terbesar.

"Ketika memasuki puncak musim hujan dengan ancaman banjir yang lebih besar di Jakarta, solusi paling mudah adalah meliburkan pekerja," ujar Nirwono dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Kompas TV.

Baca Juga: Anies Baswedan Dukung Pramono Anung-Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024, Siap Hadir di Kampanye Akbar?

"Begitu pula pada musim kemarau untuk mengatasi polusi, WFH dapat menjadi solusi murah dan praktis, mengingat Jakarta termasuk kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia," imbuhnya.

Selain itu, pengurangan hari kerja ini dirancang untuk memberikan waktu libur lebih banyak bagi pekerja. Hari kerja fleksibel juga diusulkan, misalnya dengan meliburkan pekerja pada Rabu atau Jumat, sesuai keputusan DPRD Jakarta.

Nirwono menambahkan bahwa wacana ini bukan hal baru, karena sebelumnya Heru Budi, Pj Gubernur Jakarta, sebelumnya juga sempat menerapkan WFH saat Jakarta mencapai puncak polusi udara tertinggi tahun 2024 lalu.

Baca Juga: Makna Kain Cukin Putih yang Dikalungkan Sinta Nuriyah ke Pramono Anung: Restu Simbolik untuk Pilgub DKI

Namun, rencana pemangkasan 4 hari kerja seminggu ini memicu perdebatan di masyarakat. Banyak warganet mempertanyakan kesiapan Jakarta dalam mengadopsi sistem kerja seperti ini lantaran .

"Mencontoh negara lain yang sudah baik itu bagus, tapi juga harus dilihat apakah sudah layak diterapkan di Jakarta. Etos kerja masyarakat Indonesia juga tidak semuanya sama, beda jika dibandingkan dengan negara-negara maju di Eropa," komentar salah satu netizen.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X