Siapa sebenarnya Pak Kholid? Berikut ini rangkuman singkat tentang profil sosok warga yang kontra dengan munculnya pagar misterius di laut Tangerang.
Profil Pak Kholid
Dikenal dengan nama Pak Kholid, ia merupakan salah satu nelayan yang ada di wilayah terdampak pagar laut.
Kholid merupakan warga nelayan yang berasal dari Desa Kronjo, Kecamatan Pontang, Serang, Banten.
Jelas dan lantang ia menolak adanya pagar laut karena merugikan dirinya sebagai nelayan yang mencari makan dari hasil tangkapan laut.
Ia menjadi viral bukan hanya karena menolak atau kontra dengan pagar laut di Tangerang.
Namun, gaya berbicara atau public speaking Kholid dinilai keren dan sangat luas wawasannya.
Sejumlah netizen memuji penampilan Kholid saat diundnag ke sejumlah acara debat, salah satunya di Youtube Indonesia Lawyers Club atau ILC.
Usai mengkritik soal pagar laut yang membentang di laut Tangerang hingga sebagian wilayah Bekasi, ia mengaku mendapat ancaman.
Ancaman tersebut brupa telepon atau sambungan suara dari seseorang yang tak dikenalnya.
Sosok suara dalam telepon itu meminta Kholid untuk tidka mengurusi masalah di Tangerang yang tengah ramai.
Artikel Terkait
Isu Relokasi Warga Gaza ke Indonesia: Pemerintah RI Pastikan Tidak Pernah Ada Rencana
Sufmi Dasco Isyaratkan Evaluasi, Mendikti Saintek Satryo Brodjonegoro OTW Kena Reshuffle? Netizen: Easy Ini Nyingkirinnya
Plot Twist! WNA China Viral Minta Maaf, Sebut Tak Ada Praktik Suap dan Klarifikasi soal Uang 500 Ribu yang Diduga untuk Dapat Jalur Hijau ke Indonesia
Sinyal Pertemuan Megawati dan Prabowo Kian Terlihat, Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani: Bulan Ini Pertemuannya Lebih Baik
Hadapi Ujian Akhir, Ribuan Siswa SMAN di Jombang Gelar Doa Bersama
7 Menteri Viral di 100 Hari Pertama Prabowo-Gibran, Terbaru Mendikti Satryo Soemantri hingga Sakti Wahyu Trenggono
Lelaki Paruh Baya Ditemukan Tewas di Bibir Pantai di Jember, Polres Jember Menduga Korban Orang Tenggelam
Banyak Wilayah Kecamatan Kota Tergenang Banjir, Dinas PU Bina Marga Jember Segera Lakukan Normalisasi Drainase
BRI Salurkan KUR Rp184,98 Triliun, Dorong 4 Juta UMKM Majukan Ekonomi Kerakyatan