SketsaNusantara.id - Kembali mencuatnya wacana meliburkan siswa selama sebulan penuh saat Ramadhan telah menjadi polemik serta memicu berbagai diskusi dari banyak kalangan termasuk dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
Kebijakan satu bulan penuh selama Ramadhan pernah diterapkan pada era Gus Dur, di mana siswa diliburkan namun diwajibkan mengikuti kegiatan pesantren kilat.
Namun kini saat pemerintahan Prabowo Subianto dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar, wacana libur sebulan menjadi polemik sebab banyak kalangan yang setuju dan ada pula yang tak setuju.
Alasan masyarakat yang mendukung libur sebulan penuh ini adalah supaya siswa bisa fokus pada ibadah sehingga siswa dapat lebih khusyuk menjalankan ibadah puasa dan kegiatan keagamaan lainnya.
Jika diselipi oleh pesantren kilat seperti era Gus Dur maka akan memberikan peningkatan pemahaman agama. Selain itu, siswa juga memiliki libur panjang sehingga memiliki kualitas waktu bersama keluarga.
Namun dari kalangan penentang libur sebulan penuh mengatakan, bahwa libur panjang memberikan dampak mengkhawatirkan sebab siswa bisa saja akan terjebak pada kegiatan kurang mendidik, misal main game terus menerus sehingga dianggap akan merusak kontinuitas belajar siswa.
Sebab pro dan kontra itulah, Menteri Agama hingga saat ini belum memutuskan apakah siswa akan diliburkan selama sebulan penuh atau justru akan tetap beraktivitas seperti biasanya.
Dalam sebuah kesempatan, Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta masyarakat untuk menunggu keputusan pemerintah selanjutnya lewat surat edaran.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyatakan ia setuju-setuju saja jika siswa diliburkan selama sebulan penuh saat Ramadhan.
Namun dengan catatan kegiatan selama siswa libur harus tetap ada kegiatan, sekolah diharapkan tak asal meliburkan namun diharapkan memikirkan dengan matang kegiatan yang jelas terhadap siswa sehingga tak timbulkan masalah dikemudian hari.
"Kalau libur, anak-anak kita arahkan untuk melakukan kegiatan apa, itu yang kita harus bicarakan," ujar Yahya Cholil Staquf dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.
Artikel Terkait
Setor Rp10,88 Triliun ke Negara, BRI Tunjukkan Konsistensi dalam Mendukung Program Pemerintah
Kabar Duka! Ibunda Mahfud MD Meninggal Dunia pada Usia 94 Tahun, Pakar Hukum Tata Negara Sampaikan Pesan Menyentuh Mengenang Siti Khadijah
Menko Airlangga Bantah Pagar Laut Bagian dari Giant Sea Wall, Apa Itu? Mega Proyek Prabowo Senilai Ratusan Triliun
Siapa Budi Gunadi Sadikin? Profil Sosok Menteri Kesehatan yang Himbau Bikin Asuransi Swasta Usai Ditodong Keluhan BPJS
Geger di Jember! Paguyuban Pedagang Pasar Tradisional Lojejer Tolak Mentah-Mentah Kehadiran Indomaret, Ini Alasannya
Banjir Keluhan Layanan BPJS! Menteri Kesehatan Budi Gunadi Beri 2 Solusi, Dihimbau Bikin Asuransi Swasta?