Kamis, 4 Juni 2026

Libur Sebulan Penuh! Jadi Perdebatan di Kalangan Siswa, PBNU Beri Respon: Setuju, Asal...

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Jumat, 17 Januari 2025 | 22:07 WIB
Ilustrasi wacana hari libur selama Ramadhan  (Freepik.com/pch.vector)
Ilustrasi wacana hari libur selama Ramadhan (Freepik.com/pch.vector)

SketsaNusantara.id - Kembali mencuatnya wacana meliburkan siswa selama sebulan penuh saat Ramadhan telah menjadi polemik serta memicu berbagai diskusi dari banyak kalangan termasuk dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

Kebijakan satu bulan penuh selama Ramadhan pernah diterapkan pada era Gus Dur, di mana siswa diliburkan namun diwajibkan mengikuti kegiatan pesantren kilat.

Namun kini saat pemerintahan Prabowo Subianto dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar, wacana libur sebulan menjadi polemik sebab banyak kalangan yang setuju dan ada pula yang tak setuju.

Baca Juga: Ibu Mahfud MD Sakit Apa? Siti Khadijah Tak Pernah Mengeluh Meski Sempat Terbaring Sakit Sebelum Meninggal Dunia pada Usia 94 Tahun

Alasan masyarakat yang mendukung libur sebulan penuh ini adalah supaya siswa bisa fokus pada ibadah sehingga siswa dapat lebih khusyuk menjalankan ibadah puasa dan kegiatan keagamaan lainnya.

Jika diselipi oleh pesantren kilat seperti era Gus Dur maka akan memberikan peningkatan pemahaman agama. Selain itu, siswa juga memiliki libur panjang sehingga memiliki kualitas waktu bersama keluarga.

Namun dari kalangan penentang libur sebulan penuh mengatakan, bahwa libur panjang memberikan dampak mengkhawatirkan sebab siswa bisa saja akan terjebak pada kegiatan kurang mendidik, misal main game terus menerus sehingga dianggap akan merusak kontinuitas belajar siswa.

Baca Juga: Stikom Bandung Tarik Kembali 233 Ijazah Mahasiswa yang Sudah Lulus! Cek, 5 Tips Jitu untuk Menghindari Plagiasi

Sebab pro dan kontra itulah, Menteri Agama hingga saat ini belum memutuskan apakah siswa akan diliburkan selama sebulan penuh atau justru akan tetap beraktivitas seperti biasanya.

Dalam sebuah kesempatan, Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta masyarakat untuk menunggu keputusan pemerintah selanjutnya lewat surat edaran.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyatakan ia setuju-setuju saja jika siswa diliburkan selama sebulan penuh saat Ramadhan.

Baca Juga: Menteri Kesehatan Himbau Rumah Sakit untuk Lakukan Subsidi Silang Buntut Keluhan Layanan BPJS, Apa Itu?

Namun dengan catatan kegiatan selama siswa libur harus tetap ada kegiatan, sekolah diharapkan tak asal meliburkan namun diharapkan memikirkan dengan matang kegiatan yang jelas terhadap siswa sehingga tak timbulkan masalah dikemudian hari.

"Kalau libur, anak-anak kita arahkan untuk melakukan kegiatan apa, itu yang kita harus bicarakan," ujar Yahya Cholil Staquf dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube KOMPASTV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X