Bambang Haryadi juga mengatakan pihaknya akan menyesuaikan regulasi koperasi agar sesuai dengan kondisi zaman saat ini.
“Bagaimana koperasi ke depan itu koperasi yang sudah mengikuti zaman now, koperasi digital dalam artian tidak konvensional,” imbuhnya.
Selain membawa Koperasi menjadi Go Digital Bambang Haryadi juga akan mulai melibatkan anak-anak muda di kepengurusan terutama di pusat.
Penyelarasan-penyelarasan tersebut menurutnya perlu dituang dalam revisi Undang-Undang Koperasi agar ada aturan yang pasti.
Bambang Haryadi juga menjelaskan maksud digitalisasi, di mana data-data terkait keanggotaan hingga permintaan pemerintah tersistem secara rapih dan baik.
Dengan digitalisasi koperasi, ia optimis Koperasi bukan hanya bisa berkolaborasi dengan pemerintah namun juga bisa bersaing secara umum.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Momen Akrab Anies Baswedan dan Ahok Ramai Jadi Sorotan, Jokowi Absen Hadiri Acara Malam Tahun Baru di Jakarta Jadi Gunjingan Netizen
Takut Diprank Soal Pembatalan Kenaikan Tarif PPN, Netizen Minta Sri Mulyani Keluarkan PERPU: Ditunggu PMK-nya
Verrel Bramasta Bagikan Recap Kegiatan Selama 3 Bulan Menjabat sebagai Anggota DPR RI
Umumkan Tarif PPN Batal Naik saat Injury Time, Netizen Curiga Pemerintah Kena Hero Syndrome, Apa Itu? Ini Ciri-Cirinya
Punya Prestasi Membanggakan! Inilah Profil OOCRP yang Jadi Sorotan di Indonesia Usai Masukkan Nama Jokowi Jadi Finalis Tokoh Korup di Dunia
Protes ke Sri Mulyani, Netizen Curhat Harus Lembur saat Libur Tahun Baru 2025 Usai Pemerintah Batalkan Kenaikan PPN
Dokumen Hasto Klaim Berisikan Kejahatan Pejabat Indonesia, Budiman Sudjatmiko: Laporkan Saja ke APH