"Diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik, senyap, hening, dan seluruh aktivitas dihentikan sementara dari segala jurusan selama 3 menit seraya berdoa untuk para syuhada tsunami Aceh," kata Iqbal pada hari Selasa, 24 Desember 2024.
"Mari kita luangkan waktu sejenak untuk merenungkan hikmah di balik peristiwa yang telah menguatkan persatuan dan solidaritas Aceh serta dunia," imbuhnya.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, menjelaskan bahwa suara sirine akan terdengar oleh warga dengan jangkauan sekitar satu kilometer.
H. Safrizal ZA selaku Penjabat Gubernur Aceh juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik saat mendengar bunyi sirine.
"Selama tiga menit bunyi sirine, mari kita bersama-sama berdoa, mengenang saudara-saudara kita yang menjadi korban tsunami Aceh pada 20 tahun silam," kata Safrizal dikutip SketsaNusantara.id dari postingan akun Instagram @mediacenteraceh pada hari Jumat, 20 Desember 2024.
Sirene yang dibunyikan serentak di beberapa wilayah Aceh ini menjadi simbol penghormatan kepada para korban bencana tsunami serta momen refleksi bersama untuk mengenang peristiwa bersejarah tersebut.
Peringatan tsunami 20 tahun lalu bukan hanya menjadi momen refleksi, tetapi juga pengingat akan pentingnya mitigasi bencana.
Bunyi sirine setiap tahunnya diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana di masa depan.
Tsunami Early Warning System (EWS) yang terpasang di Aceh menjadi bagian penting dalam memberikan peringatan dini kepada masyarakat.
Safrizal menyebut bahwa bunyi sirine yang meraung selama tiga menit bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan sebagai simbol memberikan waktu bagi masyarakat agar dapat menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.
Tragedi tsunami Aceh tahun 2004 telah meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Indonesia dan dunia. Dengan jumlah korban mencapai lebih dari 200.000 jiwa, bencana ini menjadi salah satu peristiwa paling memilukan dalam sejarah.
Namun, dari peristiwa tersebut, masyarakat Aceh belajar untuk bangkit dan terus memperkuat upaya mitigasi bencana.
Peringatan 20 tahun tsunami Aceh pada tahun 2024 ini menjadi momentum refleksi dan evaluasi. Pemerintah dan masyarakat diajak untuk terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Artikel Terkait
Heboh Fenomena Awan Berlubang di Jember, Benarkah Pertanda Akan Ada Tsunami? Begini Penjelasan BMKG
Kisah Syekh Ahmad Kholil Tuban, Sumur di Dekat Makamnya jadi Alarm Tsunami Aceh 2004 dan Gempa Yogyakarta 2006
2 Gempa Berkekuatan Besar Melanda Jepang, Peringatan Tsunami Setinggi 1 Meter Dikeluarkan untuk 2 Wilayah Berikut
Potensi Megathrust di Jember, BPBD Sebut 3 Alat Deteksi Tsunami Tidak Berfungsi
Amalan Penjaga dari Tsunami, Pesan Spiritual Nyai Hj Nur Hanah Hasanah Maryam untuk Menghadapi Ancaman Megathrust di Wilayah Pesisir