SketsaNusantara.id - Inayah Wahid, putri bungsu dari Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kembali menarik perhatian publik setelah tampil pada open mic peringati Haul Gus Dur ke 15.
Inayah Wahid pada peringatan haul Gus Dur tersebut lontarkan sejumlah kritik tajam terhadap beberapa fenomena yang sedang viral saat ini.
Lewat gayanya yang seperti biasa, nyentrik dan menghibur, putri bungsu Gus Dur tersebut sampaikan kritik tajamnya dengan mengangkat isu yang cukup sensitif mengenai penghinaan terhadap seorang pedagang es teh oleh Gus Miftah, seorang pemuka agama sekaligus utusan khusus presiden.
Inayah mengkritik keras tindakan Gus Miftah yang dianggapnya tidak pantas, terutama saat Gus Miftah mengejek pedagang es teh bernama Sunhaji.
"Jangan pengajian itu kok malah ngata-ngatain orang, Gus Dur itu kalau mau ngelawak atau nyindir orang tidak apa-apa tapi kritik tingkah lakunya jangan menghina orangnya," ujar Inayah Wahid dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube NU Online.
"Apalagi sampai menghina orang yang dilemahkan,. seperti kata Gus Dur kita membela yang lemah, Gus Dur itu ngelawak untuk membela yang lemah, nanti kalau sudah dihina-hina, jabatannya diambil, nangis," tambahnya sambil disambut seruan yang hadir pada pada acara haul Gus Dur tersebut.
Inayah juga menyoroti sikap-sikap orang yang saat ini berebut jabatan dengan mati-matian terutama dalam bidang pemerintahan yang dikaitkan dengan fenomena fufufafa yang hingga saat ini terus diperbincangkan.
"Mbak Yenny bilang, sehebat apapun, sekuat apapun kita, setinggi apapun kita kalau anda ada di jabatan pemerintah maka anda tetap di bawah Fufufafa," ujarnya yang disambut meriah yang hadir pada acara tersebut.
Pada acara haul Gus Dur yang dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi dan wakilnya Veronica Tan serta mantan Menkopolhukam Mahfud MD, Inayah juga mengingatkan semua yang hadir bahwa Gus Dur memiliki satu prinsip yang patut selalu diingat.
Prinsip yang dimaksud Inayah Wahid adalah prinsip yang selama Gus Dur hidup selalu ia pegang teguh yakni prinsip menajamkan nurani serta membela yang lemah.
"Gus Dur ngomong menajamkan nurani, membela yang lemah, yang ditajamkan itu adalah nurani bukan peluru bukan senjata apalagi dipakai untuk menghabisi masyarakat sendiri," imbuhnya.
Artikel Terkait
Tumpahkan Keluhan Kenaikan Pajak, Jawaban Admin Gerindra Dinilai Ngawur! Tak Mampu Bedakan PPN dan PPh: SDM Rendah
BRI Buka Layanan Operasional Libur Nataru, Apa yang Beda Tahun Ini?
Viral! Foto Prabowo Disejajarkan dengan Boneka Lotso, Apa Hubungannya? Ini Fakta Masa Lalu Kelamnya!
Bukan Walk Out? Terungkap Fakta di Balik Video Viral Presiden Turki Keluar Ruangan Saat Prabowo Pidato di KTT D-8 Mesir, Begini Tanggapan Kemlu RI
Program Layanan Kesehatan Gratis JPK Dihentikan, Fraksi Gerindra DPRD Jember Sebut Bom Waktu yang Sisakan Permasalahan
Beredar Video Dugaan Uang Palsu di ATM BRI Gowa, Warga Takalar Minta Maaf Setelah Klarifikasi