"Banyak yang belum memahami bahwa femisida berbeda dari pembunuhan biasa. Ini penting agar kasus seperti ini tidak dianggap remeh," ujarnya.
Kasus Femisida dan Pentingnya Perlindungan Perempuan
Kasus ini menjadi cerminan seriusnya kekerasan berbasis gender di Indonesia. Komnas Perempuan menegaskan bahwa pembunuhan terhadap perempuan, terutama yang didorong oleh kebencian atau kontrol, merupakan bentuk ekstrem kekerasan gender yang harus segera diakhiri.
Baca Juga: Suami Istri di Jambi Ditemukan Meninggal Dunia Gantung Diri, Polisi Dalami Motifnya
Theresia berharap ke depan, aparat lebih memahami pentingnya pendekatan berbasis gender dalam menangani kasus seperti ini.
"Kami ingin memastikan tidak hanya hukuman yang adil bagi pelaku, tetapi juga penghormatan terhadap hak-hak korban dan keluarga mereka," tutupnya.
Dengan meningkatnya kesadaran tentang femisida, diharapkan hukum yang lebih adil dan tegas dapat diterapkan untuk memberikan perlindungan maksimal kepada perempuan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Chat GPT dan Meta Down! Facebook, Instagram hingga WhatsApp Serentak Mengalami Gangguan, Indonesia Ikut Terdampak?
Dunia Wayang Kulit Berduka, Dalang Senior Ki Warseno Slenk Meninggal Dunia, Sempat Dirawat, Sakit Apa?
Siapa Nama Asli Ki Warseno Slenk? Mengenal Lebih Dekat Dalang Wayang Kulit Senior Bergelar Doktor yang Tutup Usia
Penetapan Hasil Rekapitulasi Perolehan Suara Ditunda, KPU Jember Masih Tunggu Arahan dari KPU RI
2 Jam Hujan Deras Sejumlah Wilayah di Jember Tergenang Air Setinggi Perut Orang Dewasa, Ketua Baret: Waspada!
Borok Ponpes Ora Aji Milik Gus Miftah Terbongkar, Pengunjung Diperlakukan Bak Pengemis hingga Bikin Macet Kalau Bikin Acara