Karya seni yang dihasilkan menunjukkan transformasi korban menjadi penyintas, solidaritas melalui dukungan komunitas, dan simbol harapan seperti bunga atau pohon kehidupan.
"Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap korban kekerasan seksual. Media dan seni memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi suara bagi mereka yang tidak terdengar," ungkap Mega.
Selain edukasi, acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik tentang peran media dalam menciptakan pemberitaan yang lebih humanis.
Dengan melibatkan puluhan organisasi masyarakat sipil, kegiatan ini menjadi momentum untuk menggandeng lebih banyak pihak dalam mendukung korban.
Baca Juga: Jalan Rusak di Jember, Ketua DPRD Jember Sebut Harus Ada Peningkatan Status Jalan
Melalui pendekatan ini, diharapkan ilustrasi dalam media dapat menjadi alat advokasi yang efektif, membantu penyintas merasa lebih didukung, dan membangun solidaritas masyarakat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Blusukan ke Dalam Dusun, Destinasi Wisata Alam Libur Natal dan Tahun Baru 2025 di Jember Ini Bak Dunia Mimpi
Pentas Seni dan Aksi Simbolik Anak-Anak di Jember, TAMAN Serukan Ruang Aman dan Anti Kekerasan Terhadap Perempuan
Eksplorasi Wisata Alam Jember, Rekomendasi 5 Destinasi Hits untuk Liburan Natal dan Tahun Baru Anda
Nikmati Liburan Natal dan Tahun Baru di Kampung Durian, Destinasi Asri dan Seru yang Ada di Jember
Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Politisi Gerindra DPRD Jember Tegaskan Kawal Persoalan Pupuk