Minggu, 19 Juli 2026

Ditutup Sementara, Monkey Forest Ubud Bali Banjir Kritikan di Medsos Imbas Peristiwa Pohon Tumbang yang Menewaskan 2 WNA

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 11 Desember 2024 | 13:30 WIB
Potret Monkey Forest ditutup sementara imbas kejadian pohon tumbang yang merenggut dua nyawa turis asing. (Instagram/monkeyforestsanctuaryubud)
Potret Monkey Forest ditutup sementara imbas kejadian pohon tumbang yang merenggut dua nyawa turis asing. (Instagram/monkeyforestsanctuaryubud)

"Kami ingin menegaskan bahwa dahan pohon yang patah berada dalam kondisi sehat. Secara rutin, kami telah melakukan pemantauan dan pemangkasan pohon sebagai bagian dari komitmen kami terhadap keselamatan pengunjung, staf, dan juga satwa di Monkey Forest Ubud," imbuhnya.

Baca Juga: Ungkap Selamat Surya Insomnia kepada Tyara Renata yang Tengah Berulang Tahun: Kamu Masih Cantik Banget

"Namun, kejadian ini merupakan kecelakaan yang disebabkan oleh angin kencang dan cuaca ekstrem di luar kendali kami sebagai manusia," tutur pihak pengelola Monkey Forest Ubud.

Lebih lanjut, pihak pengelola telah mengambil langkah cepat untuk mengevakuasi area terdampak dan memastikan keselamatan serta kenyamanan para pengunjung yang berada di kawasan wisata tersebut.

"Kami juga bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menangani situasi ini secara menyeluruh. Kami berterima kasih atas pengertian dan dukungan dari semua pihak dalam situasi yang sulit ini," pungkasnya.

Baca Juga: Event Journalism 360 Palembang: Peluang Baru untuk Jurnalis, Mahasiswa, dan Mediapreneur!

Pernyataan tertulis dari Monkey Forest Ubud lantas menuai beragam reaksi dari netizen. Sebagian besar warganet dari berbagai negara mengkritik pembukaan area wisata alam seperti Monkey Forest, meski sudah mengetahui cuaca sedang tidak bagus di Indonesia.

"Menyedihkan, jika sudah tahu kondisi cuaca buruk, mengapa tempat itu tidak ditutup untuk hari itu? Jelas ini hanya menguntungkan orang-orang yang menangani bisnis di kawasan wisata ini," komentar akun @carolinecwfd418 dalam Bahasa Inggris.

"Permintaan maaf saja tidak cukup, harus ada tindakan dari pemerintah memperbaiki infrastruktur, pedulikan keselamatan wisatawan agar kejadian ini tak terulang lagi, jika mereka peduli," imbuh akun @bara_laura.

Baca Juga: Bukan Clara Shinta? Pakar Hukum Sam Ardi Ungkap Akun yang Pertama Kali Menyebarkan Video Gus Miftah di Magelang

"Keselamatan yang utama, kehidupan orang yang utama. seharusnya tempat wisata itu ditutup selama seminggu, jika manajemen peduli," komentar akun @lonstinbali10.

Di sisi lain, ada pula yang menyebut pohon tumbang sebagai "protes" dari alam yang terjadi sebagai bagian dari kecelakaan akibat adanya perubahan iklim.

Meski begitu, ada pula warganet yang mendesak penutupan area wisata untuk memastikan tempat tersebut aman bagi keselamatan para pengunjung.

Baca Juga: Aurel Hermansyah Kian Langsing, Kris Dayanti Bagi Pesan untuk Berhenti Menjalani Diet: Now You've Got the Body's Goals..

"Perubahan iklim. Kita semua manusia juga merasa bersalah atas apa yang kita lakukan dengan hutan. Tak ada pula yang bisa meramalkan apa yang terjadi dan tidak setiap jam pohon dipantau. Sudah jadi tanggung jawab kita sendiri untuk menyadari dan memperhatikan lingkungan," komentar akun @andreaspt5.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X