"Kami ingin menegaskan bahwa dahan pohon yang patah berada dalam kondisi sehat. Secara rutin, kami telah melakukan pemantauan dan pemangkasan pohon sebagai bagian dari komitmen kami terhadap keselamatan pengunjung, staf, dan juga satwa di Monkey Forest Ubud," imbuhnya.
"Namun, kejadian ini merupakan kecelakaan yang disebabkan oleh angin kencang dan cuaca ekstrem di luar kendali kami sebagai manusia," tutur pihak pengelola Monkey Forest Ubud.
Lebih lanjut, pihak pengelola telah mengambil langkah cepat untuk mengevakuasi area terdampak dan memastikan keselamatan serta kenyamanan para pengunjung yang berada di kawasan wisata tersebut.
"Kami juga bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menangani situasi ini secara menyeluruh. Kami berterima kasih atas pengertian dan dukungan dari semua pihak dalam situasi yang sulit ini," pungkasnya.
Baca Juga: Event Journalism 360 Palembang: Peluang Baru untuk Jurnalis, Mahasiswa, dan Mediapreneur!
Pernyataan tertulis dari Monkey Forest Ubud lantas menuai beragam reaksi dari netizen. Sebagian besar warganet dari berbagai negara mengkritik pembukaan area wisata alam seperti Monkey Forest, meski sudah mengetahui cuaca sedang tidak bagus di Indonesia.
"Menyedihkan, jika sudah tahu kondisi cuaca buruk, mengapa tempat itu tidak ditutup untuk hari itu? Jelas ini hanya menguntungkan orang-orang yang menangani bisnis di kawasan wisata ini," komentar akun @carolinecwfd418 dalam Bahasa Inggris.
"Permintaan maaf saja tidak cukup, harus ada tindakan dari pemerintah memperbaiki infrastruktur, pedulikan keselamatan wisatawan agar kejadian ini tak terulang lagi, jika mereka peduli," imbuh akun @bara_laura.
"Keselamatan yang utama, kehidupan orang yang utama. seharusnya tempat wisata itu ditutup selama seminggu, jika manajemen peduli," komentar akun @lonstinbali10.
Di sisi lain, ada pula yang menyebut pohon tumbang sebagai "protes" dari alam yang terjadi sebagai bagian dari kecelakaan akibat adanya perubahan iklim.
Meski begitu, ada pula warganet yang mendesak penutupan area wisata untuk memastikan tempat tersebut aman bagi keselamatan para pengunjung.
"Perubahan iklim. Kita semua manusia juga merasa bersalah atas apa yang kita lakukan dengan hutan. Tak ada pula yang bisa meramalkan apa yang terjadi dan tidak setiap jam pohon dipantau. Sudah jadi tanggung jawab kita sendiri untuk menyadari dan memperhatikan lingkungan," komentar akun @andreaspt5.
Artikel Terkait
Aipda Robiq Dipecat hingga Jadi Tersangka Penembakan Siswa SMK, Netizen Tuntut Polri Periksa Kapolrestabes Semarang
5 Link Twibbon HUT Kabupaten Blora ke-275 tahun, Update Desain Paling Kece untuk Foto Unggahan Terkeren di Media Sosial
Azizah Salsha Kelahiran Tahun Berapa? Intip Profil Istri Pratama Arhan yang Dirumorkan Tengah Hamil
Vakum Lebih dari Satu Dekade, Final Destination 6 Siap Mengguncang Tahun Depan, Simak Sinopsisnya!
Bukan Ucapan Selamat, Netizen Heboh Tanggapi Kabar Kehamilan Istri Pratama Arhan, Azizah Salsha: Coba...