Kamis, 4 Juni 2026

Banjir Parah, LPBI PCNU Jombang Beri Bantuan Makanan dan Obat-obatan Serta Datangkan 2 Unit Perahu Karet

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Selasa, 10 Desember 2024 | 11:02 WIB
Sejumlah warga dan relawan dari LPBI PCNU Jombang mengevakuasi warga terdampak banjir di Desa Jombok, Kecamatan Kesamben. (SketsaNusantara.id/As’ad Choirudin)
Sejumlah warga dan relawan dari LPBI PCNU Jombang mengevakuasi warga terdampak banjir di Desa Jombok, Kecamatan Kesamben. (SketsaNusantara.id/As’ad Choirudin)

 

SketsaNusantara.idBanjir terparah akibat intensitas hujan tinggi terjadi di Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Jombang. Hal ini membuat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim (LPBI) langsung ke lokasi.

Saat banjir meluap pada hari Minggu, 8 Desember 2024, malamnya, salah satu badan otonom (Banom) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulaman (PCNU) Kabupaten Jombang ini langsung melakukan investigasi ke lokasi.

“Saat mengetahui banjir tersebut, Minggu malam kami langsung ke lokasi untuk melakukan investigasi,” ujar M Mukhlison,” Sekretaris LPBI PCNU Kabupaten Jombang kepada SketsaNusantara.id, Selasa 10 Desember 2024.

Baca Juga: Dari Bedah Buku Fragmen Sejarah Jombang, Binhad Nurrohmat: Soekarno Lahir di Jombang...

Mukhlison melanjutkan, tanpa berselang panjang, keesokan harinya, tepatnya pagi hari, pihaknya bersama tim langsung terjun ke lokasi.

“Jadi pada hari Minggu malam kami ke lokasi terjadinya banjir. Tujuannya untuk melihat kondisi di sana sambil berkoordinasi dengan pihak terkait. Besoknya, Senin pagi kami langsung melakukan aksi. Kegiatan yang kami lakukan seperti mengirimkan bantuan, mengevakuasi warga terdampak, dan mendirikan posko di sana,” ungkap Mukhlison

Saat ini, Mukhlison mencatat ada 79 jiwa warga yang terdampak parah sehingga mereka mengungsi. Para warga ini memilih fasilitas umum (fasum) untuk dijadikan tempat mengungsi.

Baca Juga: Terbiasa Menulis Buku dan Opini, Guru PAI SMAN 1 Jombang Ini Dinobatkan Sebagai Guru Teladan Literasi Tingkat Provinsi

“Mereka mengungsi ke sejumlah fasum seperti gedung sekolah dan balai desa. Hingga pagi ini, kami mencatat ada 79 jiwa warga yang sudah mengungsi,” terang pria yang kesehariannya mengajar sekolah madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Jogoroto ini.

Dia menjelaskan, dalam membantu warga terdampak, LPBI selalu berkoordinasi dengan lembaga pemerintahan yang berwenang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Kami terus berkolaborasi dengan BPBD. Agar penanganan yang kami lakukan tepat,” katanya.

Baca Juga: Tangani Pelanggaran Pilkada, Bawaslu Jombang Dinilai Tidak Serius

Sementara, untuk pemberian bantuan kepada warga terdampak banjir di Desa Jombok, LPBI berkoordinasi dengan Lazisnu. “Dalam mengumpulkan logistik untuk membantu warga terdampak banjir, koordinasi kami dengan Lazisnu. Sebagian juga bantuan itu ada yang dari warga langsung,” ujarnya.

Bantuan yang disalurkan antara lain makanan siap konsumsi, mie instan dan air mineral. Selain itu, mereka juga memberikan sejumlah obat-obatan. “Kebetulan, bendahara LPBI adalah Direktur Perusahaan Daerah Apotik Seger. Jadi untuk mendapatkan obat yang diperlukan itu sangat terbantu,” kata dia.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X