Selang beberapa hari kemudian, pada 15 September 2022 Effendi mengakui kesalahannya dan meminta maaf lantaran perkataannya telah membuat kegaduhan publik.
2. Mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024
Tak sampai di situ, Effendi juga ramai jadi sorotan usai mengundang Prabowo Subianto dalam acara Rakernas Marga Simbolon yang diselenggarakan di Jakarta Pusat pada musim Pilpres 2024 sekitar bulan Desember 2023.
Dalam acara tersebut, Effendi juga menyebut Prabowo sebagai sosok pemimpin yang layak bagi Indonesia yang dianggap memberi dukungan pada Prabowo Subianto, padahal PDIP mengusung pasangan calon (paslon) Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di Pilpres 2024.
Video Effendi dan Prabowo berada dalam satu panggung ramai jadi perbincangan netizen. Sikapnya berseberangan dengan statusnya sebagai kader partai yang seharusnya mendukung Ganjar-Mahfud.
Pengamat politik bahkan menyebut elit PDIP mulai terpecah karena adanya dukungan yang diberikan Ketua Sumberdaya dan Dana DPP PDIP ini terhadap Prabowo.
3. Dirumorkan Berselisih dengan PDIP hingga Tak Masuk Daftar Caleg di Pemilu 2024
Pada pemilu 2024, Effendi juga sempat jadi bahan gunjingan publik lantaran tak ikut mencalonkan diri pada pemilihan legislatif atau Pileg 2024.
Pernah menjabat selama 4 periode jadi Anggota DPR RI, pertama kalinya Effendi tak masuk daftar calon legislatif (caleg) hingga beredar rumor terjadi perselisihan dengan PDIP buntut dukungannya pada Prabowo.
Namun, Effendi membantah rumor yang beredar dan menyebut namanya tak masuk daftar Caleg karena kesadaran pribadi dan ingin memberi kesempatan pada kader yang lebih muda di PDIP.
4. Mendukung Ridwan Kamil di Pilkada 2024
Tingkah Effendi Simbolon makin bikin PDIP panas usai politisi berusia 60 tahun itu hadir menemui Jojowi dan calon gubernur Ridwan Kamil pada tanggal 18 November 2024.
Kala itu, Effendi disebut-sebut sebagai kader PDIP yang ikut mendukung paslon Ridwan Kamil dan Suswono (R1DO) di Pilkada Jakarta 2024.
Tindakannya mendapat teguran dari DPP PDIP karena dianggap melanggar kode etik atau AD/ART Partai yang seharusnya mendukung Pramono Anung dan Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024.
Artikel Terkait
4 Kontroversi Puan Maharani, Kader PDIP yang Kembali Duduki Kursi Ketua DPR RI, Nomor 1 Memicu Polemik Berkepanjangan
Bambang Pacul Diteriaki 'Korea' saat Namanya Disebut Sebagai Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PDIP, Apa Maksudnya?
Siapa Panda Nababan? Profil Mantan Politikus PDIP yang Viral Soal Cerita Pernah Diminta Luhut Bantu Bebaskan Adik Prabowo
Resmi ! PTUN Tolak Permohonan PDIP Terkait Penetapan Hasil Pemilu dan Keabsahan Pencalonan Wapres GibranĀ