SketsaNusantara.id - Effendi Simbolon seketika jadi sorotan publik usai resmi dipecat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Akun @mata_netizen62 menyebut pemecatan Effendi tertulis dalam surat yang ditandatangani Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDIP, dan Hasto Kristiyanto sebagai Sekretaris Jenderal PDIP yang dikeluarkan hari Kamis, 28 November 2024.
Pemecatan Effendi Simbolon sebagai langkah tegas PDIP lantaran dianggap melanggar kode etik partai karena mendukung Ridwan Kamil di Pilkada 2024.
Kabar ini meluas hingga ramai jadi perbincangan warganet di media sosial. Banyak warganet yang mendukung keputusan PDIP.
Hal ini dikarenakan banyaknya kontroversi yang telah dilakukan Effendi Simbolon dan tak sejalan dengan partai hingga disebut "pengkhianat".
Dihimpun SketsaNusantara.id dari berbagai sumber, berikut 4 kontroversi Effendi Simbolon hingga akhirnya dipecat dari PDIP.
1. Sebut TNI Sebagai "Gerombolan"
Politikus kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini pernah ramai jadi sorotan publik pada tahun 2022 karena menyebut TNI sebagai "gerombolan"yang bertingkah melebihi ormas (organisasi masyarakat).
"Banyak sekali temuan-temuan yang insubordinasi, disharmoni, ketidakpatuhan. Ini TNI kayak gerombolan, tingkahnya lebih-lebih ormas jadinya. Tidak ada kepatuhan," kata Effendi dalam rapat DPR RI pada tanggal 5 September 2022 lalu.
Pernyataannya seketika jadi perdebatan di media sosial, bahkan menuai protes dari para prajurit TNI di berbagai wilayah hingga dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).
Artikel Terkait
4 Kontroversi Puan Maharani, Kader PDIP yang Kembali Duduki Kursi Ketua DPR RI, Nomor 1 Memicu Polemik Berkepanjangan
Bambang Pacul Diteriaki 'Korea' saat Namanya Disebut Sebagai Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PDIP, Apa Maksudnya?
Siapa Panda Nababan? Profil Mantan Politikus PDIP yang Viral Soal Cerita Pernah Diminta Luhut Bantu Bebaskan Adik Prabowo
Resmi ! PTUN Tolak Permohonan PDIP Terkait Penetapan Hasil Pemilu dan Keabsahan Pencalonan Wapres GibranĀ