SketsaNusantara.id - Pemilihan kepala Daerah atau Pilkada telah selesai diselenggarakan serentak di seluruh wilayah Indonesia pada hari Rabu 27 November 2024.
Usai pelaksanaan pesta demokrasi, ramai beredar unggahan viral di media sosial X (dulu Twitter) yang menunjukkan beberapa surat suara dicorat-coret, bahkan ada yang dirusak hingga ditempeli dengan gambar foto artis yang merujuk pada vandalisme.
Dalam unggahan yang diposting akun X @passifistate, tampak surat suara Pilkada Jawa Timur yang dicoret dengan kata kasar "F*CK YOU" hingga menutupi foro pasangan calon nomor urut 02 yakni Khofifah Indar Prawansa dan Emil Dardak.
Baca Juga: Kalah di Pilkada Kota Batu, Krisdayanti Balik Ngonser, Istri Raul Lemos: Pelajaran Penting
Hal tersebut dilakukan sebagai ungkapan kekecewaan masyarakat terhadap paslon atau pasangan calon pemimpin daerah yang tidak jujur atau memiliki masalah di masa lalu dan dianggap tidak bisa jadi pemimpin yang baik di masa mendatang.
"Penipu semua. Ini kompilasi kekecewaan publik lewat coretan surat suara pasca Pilkada 2024," tulis akun X @pasifisstate yang diunggah pada hari Rabu, 27 November 2024.
Tak hanya dari jawa Timur, ada pula unggahan surat suara Pilgub Bogor yang dicoret dengan tulisan "KORUPTOR SEMUA" sebagai ungkapan kekecewaan karena para calon pemimpin daerah yang diduga sebelumnya pernah melakukan praktik korupsi tetapi masih bisa lolos mencalonkan diri mengikuti kontestasi Pilkada 2024.
Tak hanya itu, surat suara Pilgub Jakarta dan daerah lainnya yang juga ramai mendapat coretan dengan kata-kata "Boikot Pilkada Curang", "Mempertahankan Politik Dinasti", "Gak Percaya Pembohong", "Gak ada yang Bener", hingga "Pelaku Pelecehan".
Postingan kompilasi surat suara yang dicora-coret itu seketika jadi viral dengan ditonton lebih dari 8 juta kali dan menjadi perbincangan hangat netizen di media sosial.
Banyak warganet yang memahami hal ini dan menyebut kondisi pemilu 2024 ini lebih buruk dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ada yang menyebut demokrasi di Indonesia sudah mulai rusak dan ketidakpercayaan publik pada pemerintah karena banyaknya praktek kecurangan yang dilakukan untuk memenangkan paslon tertentu.
"Ketidakpercayaan publik begitu akumulatif. kalau begini terus bisa bahaya, negara benar-benar hilang kendali secara politik karena ujung-ujungnya setiap daerah dipimpin oleh orang-orang yang kerjanya asal-asalan. Asal manut pusat, demokrasi terancam. Percuma ikut nyoblos kalo akhirnya sia-sia karena dicurangi, pilihannya gak bisa mewakili semua masyarakat," komentar akun @dimazanto_.
Meskipun dianggap sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kandidat, tindakan perusakan surat suara ini termasuk dalam kategori vandalisme yang melanggar aturan hukum pemilu di Indonesia.
Artikel Terkait
Bagaimana Rekam Jejak Karir Yana D Putra? Profil Sosok Cawabup Ciamis yang Dikabarkan Meninggal Dunia Sebelum Pilkada Serentak 2024
Digelar Serentak di Seluruh Indonesia, Kapan Pilkada Pertama? Berikut Sejarah Pemilihan Kepala Daerah dari Masa ke Masa
Denny Sumargo Full Senyum Bagikan Momen Pilkada 2024 Bareng Istri! Netizen Salfok Sama Baju yang Dipakai, Bikin Heran
Semarak Pilkada Serentak 2024, Antusiasme Warga Sambut Prabowo Subianto Saat Nyoblos di TPS Bojong Koneng
Kabar dari Pilkada 2024 di Sumatera Utara, 3 Orang Jadi Tersangka Pembawa Amplop Bernilai Ratusan Juta Rupiah Diduga Bagian dari Money Politik