SketsaNusantara.id - Momen pemilihan kepala daerah di Luwu Timur, Sulawesi Selatan dinodai oleh sejumlah insiden dugaan adanya penangkapan minibus membawa 'serangan fajar' bagian dari money politik.
Insiden tersebut membuat warga turun tangan dan menggerebeknya secara beramai-ramai bersama sejumlah petugas.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV, sebuah minibus yang membawa sejumlah amplop sebagai sogokan "serangan fajar" kepada warga diamankan oleh warga sendiri beserta petugas.
Diketahui, dalam minibus tersebut terdapat 121 amplop dimana masing-masing amplop berisi uang Rp 200 ribu.
Minibus mencurigakan tersebut memasuki Desa Madani, Luwu Timur membuat warga dan petugas menghentikan lalu menggeledahnya.
Dari tindakan penggeledahan tersebut ditemukan 121 amplop dengan berisi uang tunai Rp 200 ribu.
Baca Juga: Prabowo Gunakan Hak Pilih di TPS 008, Ini Pesan Pentingnya untuk Pemimpin Terpilih
Selain itu minibus tersebut juga membawa sejumlah kaos berwarna merah dan bertuliskan angka salah satu pasangan calon Budiman-Akbar beserta data calon pemilih.
Setelah dikonfirmasi kepada pasangan calon, maka juru bicara dari pasangan Budiman-Akbar membantah bahwa amplop-amplop tersebut bukan merupakan bagian dari money politik.
Juru bicara pasangan ini mengatakan bahwa amplop-amplop tersebut merupakan keperluan biaya bagi saksi-saksi dari pasangan calon mereka yang berada di TPS-TPS.
Baca Juga: Di Kampung Halaman, Gus Fawait Lakukan Ritual Spesial Sebelum Gunakan Hak Suara
"Salah satu tim kami yang malam hari bertugas mengantarkan biaya kebutuhan saksi di TPS," ujar Ibransyah Irawan, juru bicara pasangan Budiman Akbar.
"Tapi di tengah jalan ia mendapatkan tindakan yang ada pelanggaran hukum disitu sehingga pada kesempatan ini kami dari pasangan Budiman Akbar khususnya yang membela Budiman Akbar untuk tetap menjaga kondusifitas Pilkada 2024," tambahnya.
Artikel Terkait
Niat Unggah Kebersamaan Bersama Keluarga, Gaya Parenting Ridwan Kamil pada Arkana Jadi Pro Kontra Netizen
Keponakan Megawati Sebagai Tersangka Taruhan Online di Kementerian Komdigi, PDIP Beri Jawaban Singkat...
Melawan Kekerasan Berbasis Gender, AJI Serukan Kampanye untuk Kesetaraan dan Keselamatan Jurnalis Perempuan
PDIP Bantah Alwin Jabarti Kiemas Tersangka Taruhan Online Kementrian Komdigi Adalah Keponakan Megawati Sukarnoputri, Akun Ini Terancam Dilaporkan...
Podcast Sana-sini Terkait Produk Kecantikan, Kosmetik dr Richard Lee Ternyata Ditarik BPOM dari Peredaran karena Hal Ini
Hindari Golput, Mahfud MD Ajak Masyarakat Pergi ke TPS Meski Belum Punya Pilihan: Tidak Ada Orang yang 100 Persen Baik, tapi...