Dalam proses penyaluran kredit, BRI mengacu pada Loan Portfolio Guidelines (LPG) untuk menilai kelayakan kredit dengan aspek ESG sebagai salah satu kriteria dalam Know Your Customer (KYC).
Prosedur ini mencakup pemeriksaan terhadap potensi masalah lingkungan, sosial, hukum, atau litigasi yang mungkin terkait dengan calon debitur.
“Sebagai institusi keuangan yang berkomitmen terhadap keberlanjutan, BRI telah mengambil berbagai langkah strategis untuk memastikan bahwa seluruh portofolio investasi dan pinjaman yang disalurkan selaras dengan standar ESG, salah satunya identifikasi terkait pemberian kredit untuk green sector yang mengacu pada kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL),” kata Ahmad.
Melalui pendekatan ESG, BRI menerapkan evaluasi komprehensif yang mencakup identifikasi sektor-sektor berisiko tinggi, pemenuhan standar regulator, dan mitigasi dampak negatif potensial pada lingkungan serta aspek sosial.
Hal ini dilakukan untuk meminimalkan risiko dalam transisi menuju ekonomi hijau, sekaligus memastikan keberlanjutan jangka panjang bagi perusahaan dan nasabahnya.
Dengan berbagai upaya ini, BRI berharap dapat terus berperan sebagai motor penggerak ekonomi hijau di Indonesia, sejalan dengan kebutuhan pasar global dan komitmen Indonesia terhadap pengembangan ekonomi berkelanjutan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
BRI Danareksa Sekuritas Raih Juara di Kompetisi Pembukaan Rekening Efek Investor Protection Month 2024
BRI Bantu UMKM Naik Kelas, Gelar Pelatihan Ekspor untuk Pengusaha Lokal
Tingkatkan Sharing Ekonomi, BRI Kurangi Jumlah Kantor dan Alihkan Layanan Perbankan Melalui AgenBRILink
Waspada Modus Tagihan Pajak Palsu via WhatsApp, BRI Imbau Nasabah Tingkatkan Keamanan Data Pribadi
Peringati Hari Pahlawan, BRI Salurkan Beasiswa untuk 180 Anak TNI-Polri, Dukung SDM Unggul di Seluruh Indonesia