Kamis, 4 Juni 2026

Pelayanan Publik di Jember Rendah Se-Jatim, Cabup Jember No 2 Gus Fawait Berikan Kritikan Tajam ke Pemerintahan Hendy

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 9 November 2024 | 22:12 WIB
Gus Fawait saat berikan kritikan pedas ke Pemerintahan Hendy. (Dok. SketsaNusantara.id)
Gus Fawait saat berikan kritikan pedas ke Pemerintahan Hendy. (Dok. SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Debat Publik Kedua di Pilkada Jember, Calon Muhammad Fawait-Djoko Susanto memberikan kritik tajam terhadap pelayanan publik di Jember.

Pasalnya, pelayanan publik di Jember sampai dengan saat ini masih belum bisa berkembang dan malah berada di peringkat terendah se Jawa Timur.

Gus Fawait mengatakan, Jember memiliki potensi yang sangat besar bukan hanya Sumber Daya Manusia (SDM) tetapi juga Sumber Daya Alam (SDA).

Baca Juga: Resapan Air Tanah di Jember Menurun, Cawabup No 2 Djoko Susanto: Soroti Regulasi yang Inkonsistensi

"Dengan banyaknya potensi ini, tetapi tidak berbanding terbalik dengan pelayanan publik yang dimiliki oleh Jember," ujarnya saat penyampaian debat di Kecamatan Kaliwates, Sabtu 9 Novemver 2024.

Salah satu kritik tajam yakni, rendahnya peringkat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang berada diperingkat terbawah di Jawa Timur.

"Apalagi terakit Indeks Reformasi Birokrasi Jember, yang saat ini masih menduduki peringkat 35 dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur," tegasnya.

Baca Juga: Rahayu Saraswati Kunjungi KH Ahmad Muzakki Syah saat ke Jember, Ada Pesan dari Presiden Prabowo

Dua hal penting ini menurutnya, sebagai indikator bahwa pelayanan sistem birokrasi di Jember masih sangat rendah dan belum bisa memberikan pelayanan yang terbaik.

"Ini berdampak negatif bagi Jember salah satunya persoalan investasi, yang sulit masuk ke Jember," tuturnya.

Gus Fawait menegaskan, penurunan investasi sektor rill di Jember masih mencapai angka 51,94 persen dan ini dampak dari sistem birokrasi reformasi yang tidak baik.

"Ketika investasi menurun, lapangan pekerjaan tidak terbuka, pengangguran tetap tinggi, dan tingkat kemiskinan meningkat," lanjutnya.

Politisi Gerindra ini membandingkan, dengan Kabupaten sebelah yang mengalami peningkatan investasi yang baik sedangkan Jember justru menurun.

"Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan, sementara di Jember malah mengalami penurunan sehingga berimplikasi pada tingkat kemiskinan yang lebih tinggi dibandingkan, dengan zaman kepemimpinan Bu Faida," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X