4. Mengaktifkan verifikasi dua faktor (2FA) untuk transaksi penting dan memperbarui aplikasi BRImo secara berkala.
5. Melaporkan segala aktivitas mencurigakan pada layanan BRI secepat mungkin.
Baca Juga: BRI Fellowship Journalism 2025, Buka Peluang Beasiswa S2 untuk Jurnalis Indonesia
Arga juga mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan mengunduh file APK atau aplikasi yang tidak resmi, seperti undangan pernikahan digital atau pemberitahuan penutupan rekening yang dikirim melalui pesan.
"Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan nasabah, namun perangkat nasabah juga harus dijaga secara pribadi. Prinsip kehati-hatian harus diterapkan dua arah," imbuhnya.
BRI akan terus mengedukasi nasabahnya untuk memahami modus penipuan yang terus berkembang. Selain tagihan pajak palsu, modus lainnya yang sering muncul mencakup pemberitahuan palsu dari BPJS, kurir paket, hingga surat tilang digital.
Baca Juga: Sinergi BRI dan HIPMI untuk Mendukung Pertumbuhan Pengusaha Muda Indonesia
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengunjungi situs resmi BRI di www.bri.co.id atau menghubungi layanan Call Center resmi BRI.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.105,70 Triliun hingga Triwulan III 2024, Mendukung Ekonomi Kerakyatan di Seluruh Indonesia
BRI Optimis Dukung Kebijakan Ekonomi Hilirisasi dan Swasembada di Bawah Pemerintahan Baru
BRI Tingkatkan Keamanan BRImo untuk Cegah Cybercrime, Ini Tips Aman bagi Nasabah
Indeks Bisnis UMKM BRI Triwulan III 2024: Ekspansi Melambat, Perlu Dorongan Daya Beli untuk Pertumbuhan
BRI Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur