Kamis, 4 Juni 2026

Profil Hary Tanoesoedibjo, Politisi dan Crazy Rich Indonesia yang Dekat dengan Donald Trump, Pernah Dituding Melanggar Hukum Gara-Gara Ini

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 8 November 2024 | 17:00 WIB
Potret Hary Tanoe, Crazy Rich dan politisi pendiri Partai Perindo yang kenal dekat dengan Donald Trump (X/hary_tanoe)
Potret Hary Tanoe, Crazy Rich dan politisi pendiri Partai Perindo yang kenal dekat dengan Donald Trump (X/hary_tanoe)

Seiring waktu, perusahaan yang didirikan Hary Tanoe berkembang pesat dan banyak melakukan penggabungan serta akuisisi pada masa krisis ekonomi pada setelah era Orde Baru.

Baca Juga: Joe Biden Sebut Trump Seperti Kucing Jalanan, Debat Panas Capres AS 2024 Banyak Perbedaan Visi dan Misi

Bhakti Investama mengambil alih sebagian saham Bimantara Citra pada tahun 2000 dan mengubah namanya menjadi Global Mediacom.

Sejak saat itu, Hary Tanoesoedibjo terjun ke dalam bisnis media penyiaran dan telekomunikasi.

Hary Tanoesoedibjo tercatat pernah menjadi Presiden Direktur RCTI dan MNC (Media Nusantara Citra) sejak tahun 2003 serta Komisaris Mobile-8 Indovision yang berada di bawah Global Mediacom.

Baca Juga: Tim Perumus Debat Publik Dirombak KPU Jember, Tim Paslon 02: Keberatan Kita Didengar

Perusahaan tersebut juga menaungi beberapa saluran televisi swasta ternama di Indonesia di antaranya ada RCTI, MNCTV, GTV dan iNews serta beberapa media cetak hingga stasiun radio di Jakarta.

Keberhasilan Hary Tanoe pun menjadikannya termasuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia dengan menempati peringkat ke-22 dengan total kekayaan USD 1,19 miliar atau sekitar Rp 10,15 triliun rupiah (mengacu pada kurs tahun 2011).

Sukses sebagai pengusaha, Hary Tanoe kemudian terjun ke dunia politik pada tahun 2011. Suami Liliana Soedibjo itu memulai karir politiknya bersama Partai NasDem (Nasional Demokrasi) yang didirikan Surya Paloh.

Baca Juga: 4 Kontroversi Yahya Zaini: Pernah Terlibat Kasus dengan Pedangdut Maria Eva hingga Ditunjuk Bahlil jadi Ketua DPP Golkar 2024-2029

Namun, Hary Tanoe mengundurkan diri dari Partai Nasdem dan bergabung dengan Partai Hanura (Hati Nurani Rakyat), partai yang didirikan Jenderal TNI (Purn) Wiranto, pada tahun 2013.

Tak tanggung-tanggung, Hary Tanoe juga pernah maju mencalonkan diri jadi calon Wakil Presiden mendampingi Wiranto pada Pemilu 2014.

Gagal terpilih, Hary Tanoe kemudian membentuk partai politik sendiri yang diberi nama Partai Persatuan Indonesia atau Perindo sejak tahun 2015.

Baca Juga: Siapa Maria Eva yang Trending Usai Yahya Zaini Jadi Ketua DPP Golkar? Berikut Pekerjaan hingga Akun Instagramnya

Mengutip dari laman resmi Partai Perindo, Hary Tanoe terdorong menjadi politisi untuk mendorong terciptanya cita-cita Indonesia sejahtera berkaca dari pengalamannya sebagai seorang pengusaha yang merintis karir dari nol.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @hary.tanoesoedibjo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X