Dosen Ilmu Komunikasi dan Sosiologi Agama menjelaskan, paslon 01 dan 02 yang berkontestasi di Pilkada Jember memiliki background santri, maka hal yang disampaikan kepada para santri adalah hal yang wajar.
“Jadi bukan mempermasalahkan soal PKI atau bukan, tetapi masyarakat harus cerdas untuk fokus merespon program yang dicanangkan masing-masing terutama bagi santri dan ulama. Sehingga gak perlu terprovokasi isu tidak menarik itu,” tuturnya.
Minan menyebutkan, isu soal PKI ini bisa saja terjadi di panggung politik nasional manapun dan bisa direproduksi secara terus menerus, lalu disebarkan melalui media sosial.
“Hal ini bagi saya tidak relevan soal isu PKI ini, jadi masyarakat Jember sudah cerdas dan lebih fokus pada program dari 2 pasang calon yang diberikan untuk masyarakat Jember ke depannya,” ungkapnya.
Ia mengajak kepada masyarakat Jember agar lebih bijak dalam bermedia sosial, terlebih lagi bisa memilah konten yang berpotensi konflik dan memecah belah masyarakat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Angka Pengangguran Tinggi di Jember, Gus Fawait-Djoko Susanto Fokusnya Pengembalian Retribusi dan Perbaikan Infrastruktur Pasar
APBD Jember Besar tapi Kemiskinan Tertinggi ke-2 di Jatim, Gus Fawait-Djoko: Rakyat Butuh Keadilan
Komitmen Gus Fawait-Djoko Susanto Hidupkan Bandara hingga Meningkatkan Investasi di Jember
Cabup Jember Gus Fawait Pastikan Pelayanan Kesehatan Berbasis Sistem UHC: Pasien Bisa Berobat di Seluruh Indonesia
Ratusan Alumni Pondok Pesantren Dukung Gus Fawait-Djoko Susanto, Paslon No Urut 02 Tegaskan Komitmen Pada Santri