“Maka dari itu, seharusnya yang harus dilakukan oleh masyarakat Jember fokus pada program dari masing-masing pasangan calon. Bila di HSN 2024 lalu banyak menjelaskan program untuk santri, maka ini perlu menjadi pembahasan yang lebih rigid,” tuturnya.
Maka dari itu, dengan adanya pernyataan soal PKI di Hari Santri Nasional 2024 oleh Gus Fawait jangan dimaknai sebagai tarikan Pilkada.
“Kalau diksi itu dipakai untuk konteks Pilkada bagi saya kurang elok, karena berorientasi pada memberikan semangat kepada masyarakat khususnya santri,” tuturnya.
Itok berharap agar pernyataan ini tidak ada pihak yang merasa sensitif terhadap pernyataan yang disampaikan, sehingga masyarakat tidak terprovokasi oleh isu PKI tersebut.
“Jadi sekarang fokusnya membangun Jember lebih baik, menata ekonomi dan pembangunan untuk Jember. Jangan sampai ada persoalan personal atau bahkan menganggu kondusifitas Jember,” tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Angka Pengangguran Tinggi di Jember, Gus Fawait-Djoko Susanto Fokusnya Pengembalian Retribusi dan Perbaikan Infrastruktur Pasar
APBD Jember Besar tapi Kemiskinan Tertinggi ke-2 di Jatim, Gus Fawait-Djoko: Rakyat Butuh Keadilan
Komitmen Gus Fawait-Djoko Susanto Hidupkan Bandara hingga Meningkatkan Investasi di Jember
Cabup Jember Gus Fawait Pastikan Pelayanan Kesehatan Berbasis Sistem UHC: Pasien Bisa Berobat di Seluruh Indonesia
Ratusan Alumni Pondok Pesantren Dukung Gus Fawait-Djoko Susanto, Paslon No Urut 02 Tegaskan Komitmen Pada Santri