Selama ini BRI hadir dalam rangka pendampingan, atau memantau perkembangan klaster dibarengi dengan penyuluhan informasi produk-produk BRI.
Ia pun berharap, pendampingan dan pemberdayaan dari BRI terus berlanjut.
“Semoga kedepan peminjaman modal semakin mudah karena kami para petani salak masih membutuhkan modal,” ujarnya.
Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan bahwa Klaster Usaha merupakan pemberdayaan kepada kelompok usaha yang terbentuk berdasarkan kesamaan usaha dalam satu wilayah, sehingga tercipta keakraban dan kebersamaan dalam peningkatan maupun pengembangan usaha para anggotanya.
Hingga September 2024 terdapat lebih dari 33.800 klaster usaha binaan BRI yang tergabung dalam program Klasterku Hidupku.
BRI sendiri secara proaktif telah melakukan lebih dari 2.300 pemberdayaan berupa pelatihan dan bantuan sarana prasarana produksi telah diberikan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
BRI Dorong UMKM Keripik Ubi Jalar Kubu Raya Tembus Pasar Lebih Luas Lewat Program Desa BRILiaN
BRI dan BKN Perkuat Kerja Sama untuk Tingkatkan Layanan Perbankan bagi Pegawai
Kisah Kesuksesan Petani Durian di Pekalongan, Ikut Program Pemberdayaan BRI dan Kini Bisa Punya Lahan Sendiri
USS 2024 by Brimo: Wujud Dukungan BRI pada Kreativitas Anak Muda dalam Kolaborasi Fashion dan Lifestyle
KPR BRI Property Expo Goes to Sinarmas Land: Dukungan BRI agar Masyarakat Dapatkan Hunian Idaman