Kamis, 4 Juni 2026

Pesan Menohok Soesilo Toer Usai Viral Pembakaran Buku Najwa Shihab, Adik Pramoedya Ananta Toer Ungkit Masa Kelam Orde Baru

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 29 Oktober 2024 | 07:30 WIB
Potret Soesilo Toer yang ikut bersuara usai viral pembakaran buku Najwa Shihab. ( Instagram/soesilo_toer)
Potret Soesilo Toer yang ikut bersuara usai viral pembakaran buku Najwa Shihab. ( Instagram/soesilo_toer)

Buku tersebut lenyap dibakar tanpa sisa bahkan, Soesilo Toer yang masih keluarga inti Pramoedya Ananta Toer mengaku tak memiliki salinan buku Gadis Pantai.

Dilansir dari laman resmi Kemdikbud RI, Pramodya Ananta Toer pernah menjadi anggota Pimpinan Pusat Lembaga Kesenian Rakyat (Lekra) pada tahun 1958 yang berada di bawah Partai Komunis Indonesia (PKI).

Baca Juga: Buku Najwa Shihab yang Dibakar Tentang Apa? 3 Fakta Buku Catatan Najwa Sampul Merah dan Sosok yang Dibahas

Karena Pramoedya Ananta Toer sangat mengagumi sosok Soekarno hingga dianggap sebagai orang PKI, buku-bukunya pun dibakar pada tahun 1965 karena dinilai menyebarkan paham komunisme.

Pada masa Orde Baru, Pramoedya Ananta Toer bahkan pernah dipenjara pada 13 Oktober 1965 dan ditahan di penjara Nusakambangan pada tahun 1969.

Beberapa naskah milik Pram banyak yang hilang, buku-buku dibakar bahkan hilang tak meninggalkan jejak.

Baca Juga: Tayangkan Live Pengumuman Kabinet Prabowo-Gibran, Najwa Shihab Justru Disebut Sengkuniwati! Ada Apa?

Bagi Pram, pembakaran dan pelarangan buku karyanya merupakan tindakan keliru yang menunjukkan rendahnya peradaban di Indonesia.

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, maka ia akan hilang dari sejarah," kata Pram.

"Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini?" tandasnya.

Belakangan ini, Najwa Shihab ramai diserang buzzer di TikTok buntut komentarnya mengenai Jokowi yang ikut nebeng pesawat TNI AU dalam perjalanan pulang ke Solo usai mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden RI.

Najwa Shihab mendapat ribuan hujatan dengan kata-kata tak pantas dari warganet alias buzzer yang ramai membela Jokowi.

Menurut mereka, Najwa Shihab tak seharusnya mengomentari Jokowi yang sudah berjasa bagi bangsa dan negara, meski tak bisa dipungkiri banyak kontroversi yang muncul jelang masa akhir jabatannya termasuk usaha melanggengkan dinasti politik yang mendapat kritikan banyak pihak.

Tak hanya cibiran yang dilontarkan buzzer melalui medsos, bahkan buku Catatan Najwa pun ikut dibakar sebagai aksi protes karena tak terima dengan kritikannya pada Jokowi.

Perkataan Soesilo Toer di tengah fenomena pembakaran buku Najwa Shihab menuai beragam komentar dari netizen di media sosial.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X