Minggu, 19 Juli 2026

Sejak 2013, Klaster Usaha Manggis di Bali Makin Laris Didorong Program Pemberdayaan BRI

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 28 Oktober 2024 | 09:25 WIB
Klaster Usaha Manggis Binaan BRI. (Dok. BRI)
Klaster Usaha Manggis Binaan BRI. (Dok. BRI)

“Kami merasakan banyak manfaat berkat dukungan BRI,” ungkap Kadek.

Baca Juga: Kisah Kesuksesan Petani Durian di Pekalongan, Ikut Program Pemberdayaan BRI dan Kini Bisa Punya Lahan Sendiri

Ia bertekad akan terus memproduksi manggis berkualitas tanpa menurunkan nilai gizi.

“Semoga kami bisa mencapai potensi penuh dan terus meningkatkan kualitas produk kami. Untuk BRI, kami berharap agar terus maju dan sukses bersama,” ujarnya.

Bazaar UMKM BRILiaN diikuti oleh 8 pelaku UMKM yang semuanya adalah perwakilan Klaster Usaha Binaan BRI dan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades).

Mereka adalah Prukades Keripik Pisang dari Desa Kelawi, Lampung; Klaster Salak Jaya Lestari dari Desa Kutambaru, Sumatera Utara; Prukades Keripik Ubi Jalar dari Desa Jangkang, Kalimantan Barat; Prukades Keripik Talas dari Desa Sambak, Jawa Tengah; Klaster Durian dari Desa Lemahabang, Jawa Tengah; Klaster Manggis Bhuana Sari dari Desa Melaya, Bali; Klaster Mitra Bery Stroberi dari Desa Lebakmuncang, Jawa Barat; Klaster Mangga Ngetos dari Desa Ngetos, Jawa Timur.

Tak hanya memperkenalkan produk, Bazaar UMKM BRILiaN ialah wujud program dukungan dan pendampingan BRI teradap para pelaku usaha mikro.

Hingga akhir Agustus tahun ini, ada 32.449 klaster usaha binaan yang merupakan bagian dari Klasterku Hidupku.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menegaskan komitmen perseroan untuk mendampingi dan memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program inovatif Klasterku Hidupku.

BRI tidak hanya fokus pada pemberdayaan, tetapi juga melakukan pemberdayaan seperti menyelenggarakan Bazaar UMKM BRILiaN yang dirancang untuk memperluas jaringan penjualan dan menjangkau lebih banyak konsumen.

“BRI tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga menyelenggarakan pelatihan dan program pemberdayaan lainnya, memastikan UMKM dapat tumbuh dan naik kelas. Dengan komitmennya, BRI telah merancang kerangka pemberdayaan yang mencakup berbagai fase, mulai dari dasar hingga integrasi dan interkoneksi,” kata Supari.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X