SketsaNusantara.id - Komoditas kopi jadi sorotan dalam Debat Publik Perdana Pilbup Jember di Hall New Sari Utama, Sabtu 26 Oktober 2024.
Debat tersebut mengangkat tema penguatan pembangunan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Kabupaten Jember.
Cawabup no 2 Djoko Susanto menyoroti potensi kopi yang besar di wilayah Jember.
Sayangnya, kehadiran pemerintah belum signifikan, sebagaimana terlihat dari hasil pengolahan yang belum optimal.
Menurutnya, ada potensi hingga Rp7,5 triliun di bidang kopi sebagai hasil dari kehutanan sosial.
"Sayangnya Jember belum mengelola hasil panen itu, tapi justru pengolahan diambil malang," kata Djoko.
Baca Juga: Gus Fawait Kritisi Pengelolaan Tambang Galian C di Jember, PAD Minim dan Kemiskinan Melonjak
Ia menyebut bahwa masyarakat Jember bisa disejahterakan dengan potensi kopi. Misalnya, dengan bantuan pemerintah pada pondok pesantren yang berada di kawasan perkebunan kopi, Kecamatan Silo.
"Ponpes yang ada di Silo, harusnya Pemkab memfasilitasi produk pesantren atau mengola kopi yang ada di Silo," lanjutnya.
Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan yang dikelola Pemkab pun dinilainya terus menuai kerugian.
Baca Juga: Kopi Jadi Sorotan, Hendy Siswanto Gagal Fokus Bahas Kesehatan di Debat Pilkada Jember
Ia dan Gus Dawait bersepakat memberikan kesempatan pada para petani untuk mengerjakannya.
Pandangan Djoko rupanya dibantah oleh Cawabup no 2 M. Balua Firjaun alias Gus Firjaun.
Artikel Terkait
Tasyakuran Pelantikan Presiden ke 8, Gus Fawait Ikuti Jejak Prabowo Berdayakan UMKM dan PKL untuk Lebih Sejahtera
Siapkan 8 Program Aksi, Gus Fawait Bakal Rangkul Semua Pihak: Bukan Superman Tapi Superteam yang Dibutuhkan Jember
Peringati Hari Santri Nasional 2024, Gus Fawait Berikan Komitmen Penuh kepada Ponpes, Ulama, dan Santri
Calon Bupati dari Kalangan Santri Kerap Terima Serangan Personal, Gus Fawait Malah Banjir Dukungan
Siapkan Program 20 Ribu Beasiswa, Gus Fawait Anak-Anak dan Santri di Jember Bisa Mengenyam Pendidikan Tinggi