Minggu, 19 Juli 2026

Instruksi Tegas Prabowo Subianto dalam Sidang Perdana Kabinet Merah Putih, Stop Acara Seremonial Berlebihan dan Fokus pada Rakyat

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Rabu, 23 Oktober 2024 | 22:00 WIB
Prabowo Subianto memimpin sidang perdana Kabinet Merah Putih  (Dok. Sekpri)
Prabowo Subianto memimpin sidang perdana Kabinet Merah Putih (Dok. Sekpri)

SketsaNusantara.id – Presiden RI Prabowo Subianto menggelar sidang perdana Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Rabu 23 Oktober 2024.

Dalam kesempatan ini, Prabowo Subianto menegaskan pentingnya efisiensi dalam menjalankan pemerintahan.

Salah satu instruksinya adalah meminta para menteri untuk mengurangi acara-acara seremonial dan perjalanan luar negeri yang tidak penting.

Baca Juga: Tingkat Kepercayaan Publik Capai 83, Persen, Prabowo Subianto Dinilai Mampu Membawa Indonesia ke Arah Lebih Baik

"Saya minta kegiatan-kegiatan yang terlalu seremonial, terlalu banyak seminar, sarasehan, konferensi, dan perjalanan luar negeri yang tidak esensial, agar dikurangi," tegas Prabowo Subianto di hadapan para menteri.

Prabowo menekankan bahwa para menteri harus menjadi contoh dalam mengutamakan efisiensi dan fokus pada pembangunan ekonomi demi kesejahteraan rakyat.

Menurutnya, hal ini penting agar pemerintahan dapat bekerja secara efektif dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu.

Baca Juga: Sidang Perdana Kabinet Merah Putih, Prabowo Subianto Minta Menko dan Menteri Tegas: Copot Jabatannya Kalau Seenaknya

"Kita harus memberi contoh. Fokus kita adalah pembangunan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat. Jangan sampai ada kegiatan yang mengada-ada, seperti studi banding atau belajar Pramuka ke negara lain. Saya minta efisiensi," ujarnya.

Selain itu, Presiden juga meminta agar para menteri, khususnya Menteri Koordinator dan Menteri Keuangan, meninjau ulang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) agar alokasi anggaran dapat digunakan secara optimal.

"Saya minta Menteri Keuangan dan semua Menteri Koordinator untuk telusuri lagi alokasi APBN. Pelajari kembali DIPA, pastikan semuanya tepat guna," tegas Prabowo.

Baca Juga: Apresiasi Kabinet Merah Putih, Komandan TKN Fanta Sebut Prabowo Beri Ruang Besar Bagi Anak Muda dalam Pemerintahan

Dalam upaya memperkuat pengawasan, Prabowo mengumumkan pembentukan Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus.

Badan ini bertugas memantau setiap program dan proyek yang dijalankan oleh Kementerian dan Lembaga agar sesuai dengan rencana dan target pemerintah.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X