Dalam tanggapannya, Yusril juga mengakui pentingnya dialog dan pemahaman yang lebih baik mengenai peristiwa tersebut, serta perlunya penanganan yang lebih komprehensif terhadap isu-isu HAM di Indonesia.
Ia berharap agar pernyataannya tidak disalahartikan dan dapat membuka ruang untuk diskusi yang lebih konstruktif mengenai sejarah dan Hak Asasi Manusia di Indonesia.
Sementara itu Direktur Eksekutif Amnesti Internasional, Usman Hamid menyatakan bahwa pernyataan Yusril bahwa tak ada pelanggaran HAM di tragedi 1998 adalah keliru.
Sebab Komnas HAM sendiri sudah menyimpulkan bahwa ada pelanggaran berat pada tragedi 1998.
Menurut Usman Hamid, tidak sepantasnya pejabat negara mengeluarkan pernyataan yang keliru tentang HAM dimana ia merupakan pejabat yang salah satu urusannya adalah legislasi HAM.
Pernyataan itu menurut Usman Said sebagai bentuk pengabaian resmi dari tim gabungan pencari fakta pemerintah serta penyelidikan pro judisial Komnas HAM di masa lalu.
Dimana seluruh penyelidikan itu telah menyimpulkan bahwa telah terjadi pelanggaran berat dalam bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Siapa Nusron Wahid? Mengenal Sosok Menteri Bidang Agraria dan Tata Ruang (ATR) dalam Kabinet Merah Putih, Latar Belakang Keluarga jadi Sorotan
Profil Satryo Soemantri Mantan Dirjen Dikti yang Ditunjuk Prabowo Jadi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam Kabinet Merah Putih
Karir Politik dan Harta Kekayaan Budi Arie Setiadi Menteri Koperasi di Jajaran Kabinet Merah Putih, Aktif dalam Gerakan Mahasiswa!
Berapa Gaji Wakil Menteri Kabinet Merah Putih? Ternyata Begini Cara Hitungnya
Prabowo Gelar Pembekalan Menteri di Kompleks Akmil Lembah Tidar Magelang, Netizen: AHY dan Mayor Teddy Ketua Ospeknya