Dalam video berdurasi satu menit, Wiga mendokumentasikan proses pengambilan gajinya selama satu bulan.
Tampak dengan jelas, list besaran perolehan gaji guru honorer berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu tiap bulannya.
Miris, nominal gaji sebanyak itu terbilang tidak layak bagi seorang guru yang memiliki tugas lebih berat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Namun, Wiga tak ada rasa menyesal menjadi guru honorer. Meski gaji sedikit, ia berulang kali mengucap rasa syukur dan berharap ilmu yang diberikan untuk selama ini menjadi berkah untuk semua orang.
"Alhamdulillah, alhamdulillah, semoga apa yang selama ini kita kerjakan menjadi berkah dan ladang pahala bagi kita semua," ucap Wiga dalam video yang diunggah pada hari Senin, 7 Oktober 2024.
Baca Juga: Rafathar Malik Ahmad Ulang Tahun, Postingan Mbak Lala Bikin Netizen Sedih, Ada Apa?
Warganet lantas membandingkan nasib guru honorer seperti Wiga dengan hakim yang jauh lebih tidak layak gajinya mengingat tugas yang diembannya lebih berat.
"Saat hakim teriak-teriak minta kenaikan gaji, anggota DPR bilang rumah dinas gak layak, sementara itu guru honorer nasibnya masih gini-gini aja, satu bulan cuma dapat 200 ribu, miris harusnya pemerintah malu melihat ini. Semangat terus para pahlawan tanpa tanda jasa," komentar akun @khairymusrifah.
"Sedih banget, bayangkan setiap hari mengajar cuma digaji 200 ribu per bulan, harusnya guru yang diutamakan kesejahteraannya, para pejabat di atas sana bisa seperti sekarang ini berkat peran seorang guru, semoga ada yang memperhatikan nasib guru seperti ini agar mendapatkan gaji yang lebih layak," komentat akun @layatiyanuar.
Baca Juga: Keceplosan! Celotehan Rafathar Jadi Sorotan Netizen, Elus-Elus Perut Nagita Slavina Sambil Bilang...
Bahkan pengamat politik dan pegiat sosial, Jhon Sitorus memberikan komentar yang menyindir hakim di Indonesia tak benar-benar mengabdi untuk negara.
"Mental penegak hukum Indonesia sekarang, kalo gak digaji tinggi, gak mau kerja. Padahal tidak ada hakim yang MISKIN dan tidak bisa makan. Lebih baik hakim-hakim yang MOGOK/CUTI kerja DIPECAT saja. Ganti dengan hakim yang benar-benar jujur dan mau melayani negara sepenuh hati," komentar Jhon Sitorus melalui akun Twitter @JhonSitorus_18.
Jhon Sitorus menyindir para penegak hukum yang mentalnya lemah dan rentan terhadap godaan suap.
Baca Juga: Beda Suara antara Kemenkominfo dan Kemendag RI soal Aplikasi Temu, Tak Ada Koordinasi?
Artikel Terkait
Pandji Pragiwaksono Komentari 3 Paslon Debat Pilgub Jakarta 2024 Semua Kebanyakan Janji Manis, Netizen: Masih Ingat DP 0 Persen?
Gilang Bhaskara Sebut Naiknya Kasus Perselingkuhan dan Perceraian Hanya untuk Pengalihan Isu, Netizen: Kan Mau Pelantikan
3 Kontroversi Daniel Limantara, Dituding Tak Bayar Royalti hingga Open Donasi untuk Operasional Neo Historia
Jelang Debat Pilkada 2024, Komisi Informasi Jatim Dorong Isu Transparansi Masuk Materi
Apa Itu Trakteer yang Digunakan Neo Historia untuk Open Donasi? Berikut Pengertian hingga Kegunaannya